BATAM –
**Borneonews - Batam**, Pemerintah Kota Batam yang terletak di Kepulauan Riau mengajak warga untuk berperan aktif dalam pengelolaan sampah organik dengan cara mengolahnya menjadi kompos. Inisiatif ini dilancarkan sebagai salah satu langkah untuk mengurangi volume sampah yang dihasilkan setiap harinya. Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin Hamid, menjelaskan bahwa setiap individu menghasilkan limbah antara 0,7 hingga 0,9 kilogram setiap hari. Jika tidak ditangani dengan tepat, situasi ini dapat menimbulkan masalah serius di masa mendatang. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah konkret, salah satunya adalah memisahkan jenis sampah dari sumbernya. "Pemisahan sampah adalah salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan limbah di Batam. Apabila masyarakat melaksanakan hal ini, tidak hanya akan tercipta lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga dapat memberikan keuntungan ekonomi bagi keluarga," ungkap Jefridin. Ia mengimbau agar setiap rumah tangga dapat mengolah sampah dari sisa makanan, sayur-sayuran, dan limbah lain yang dihasilkan untuk dibuat menjadi kompos. "Penggunaan pupuk organik ini penting, karena berhubungan dengan faktor inflasi. Dengan pupuk tersebut, masyarakat dapat menanam sayuran dan cabai di pekarangan rumah mereka. Dua jenis komoditas ini berkontribusi dalam penyebab inflasi," tambahnya. Jefridin juga menjelaskan keuntungan yang bisa diperoleh dari pemilahan sampah. Sampah organik yang berhasil diproses menjadi kompos dapat digunakan untuk bercocok tanam di rumah. Sementara itu, limbah non-organik berpotensi untuk dijual melalui bank sampah, yang menjadi salah satu alternatif pemasukan. "Bila sampah organik dikelola menjadi pupuk, masyarakat dapat bercocok tanam sendiri di rumah. Ini juga berpotensi menekan angka inflasi, karena sayuran, cabai, dan bawang merupakan bagian dari komoditas yang mempengaruhi inflasi," ujarnya menjelaskan lebih lanjut. Jefridin berharap masyarakat akan berpartisipasi aktif dalam pelatihan yang diselenggarakan dengan tema "Pemanfaatan Sampah Organik Menjadi Kompos." Ia menekankan pentingnya menerapkan pengetahuan yang didapat dari para narasumber dalam kehidupan sehari-hari. Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam telah mengambil langkah proaktif untuk mengatasi masalah persampahan dengan menambah tim patroli dan memasang spanduk yang melarang pembuangan sampah di area tertentu. Kepala DLH, Herman Rozie, menyampaikan bahwa upaya lain yang dilakukan termasuk menindak pelanggaran pembuangan sampah sembarangan dan mengadakan operasi kebersihan secara rutin di kawasan tersebut. "Penanganan masalah sampah memerlukan kolaborasi yang kuat dari semua pihak, baik dari internal DLH maupun masyarakat. Dengan kerja sama yang solid, kita dapat mewujudkan Batam yang bersih dan bebas dari sampah," tuturnya optimis. ANTARA