JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, PT Pertamina (Persero) telah menjalin kerja sama strategis dengan 15 perusahaan energi internasional untuk melaksanakan sebuah *joint study* yang bertujuan mengembangkan teknologi *carbon capture and storage* (CCS) di tanah air. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat adopsi teknologi ramah lingkungan dalam sektor energi. Wisnu Medan Santoso, Senior Vice President Business Development Pertamina, menyampaikan bahwa saat ini pengembangan CCS masih berada di tahap awal. Ia menjelaskan bahwa Pertamina berkolaborasi dengan sekitar 15 perusahaan energi dari luar negeri untuk menganalisis potensi CCS di Indonesia. Kerja sama tersebut menjadi penting untuk memetakan langkah-langkah yang diperlukan dalam implementasi teknologi ini. Dalam konteks ini, PT Pertamina Hulu Energi (PHE), yang merupakan Subholding Upstream Pertamina, bersama dengan ExxonMobil, akan melakukan *appraisal drilling* di wilayah cekungan Sunda Asri. Kegiatan ini terkait erat dengan pengembangan CCS dan juga *carbon capture utilization and storage* (CCUS). Rencananya, kegiatan *appraisal drilling* ini akan dilaksanakan awal tahun depan. Wisnu menjelaskan, "Rencana awal kami adalah melakukan *appraisal drilling* bersama ExxonMobil di Sunda Asri. Apabila hasil dari pengeboran ini sesuai dengan proyeksi kita, maka Final Investment Decision (FID) bisa dilakukan pada tahun 2026, dengan investasi dimulai pada tahun 2027." Selain itu, terdapat juga skala pilot di lapangan lain seperti Sukowati yang sedang dieksplorasi. Lebih lanjut, Wisnu menegaskan bahwa pengembangan CCS di Indonesia memerlukan dukungan dari pemerintah. "Kita masih berada di tahap yang sangat awal, sehingga belum ada investasi konkret. Ini disebabkan oleh adanya berbagai regulasi yang harus kita lalui, dan saat ini kami sedang berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi untuk memfasilitasi hal tersebut," tuturnya. Dalam langkah mendorong inovasi ini, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tengah mempercepat pengembangan teknologi bersih, termasuk CCS dan CCUS. Indonesia menunjukkan komitmennya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, dengan target mencapai *net zero emissions* (NZE) pada tahun 2060. Untuk mencapai target tersebut, sektor energi akan berkontribusi melalui pengembangan sumber energi terbarukan, implementasi konservasi energi, serta penerapan teknologi yang lebih bersih. Salah satu strategi yang diambil dalam mencapai tujuan ini adalah melalui pengembangan dan pemanfaatan CCS dan CCUS, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif pada lingkungan. ANTARA