JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi), Sofyano Zakaria, memberikan penghargaan terhadap kinerja distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan oleh Pertamina Internasional Shipping (PIS). Dalam pernyataannya, ia menekankan pentingnya upaya perusahaan dalam mengangkut bahan bakar ke berbagai daerah di Indonesia. Sofyano menyebutkan bahwa pencapaian dalam pengangkutan BBM ini layak mendapatkan apresiasi dari seluruh masyarakat. Ia menggarisbawahi bahwa ketersediaan bahan bakar bagi masyarakat Indonesia merupakan hasil dari perencanaan matang serta kerja keras yang dilakukan oleh Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor energi. Menurut Sofyano, peran PIS sangat signifikan dalam mendistribusikan energi yang dibutuhkan oleh bangsa. Ia mendesak agar upaya tersebut terus mendapatkan dukungan dari masyarakat serta pemerintah. Hal ini sangat diperlukan untuk menjamin kesinambungan pasokan energi di seluruh wilayah Indonesia. Sebelumnya, CEO Pertamina Internasional Shipping, Yoki Firnandi, mengungkapkan bahwa kekuatan utama perusahaan sebagai urat nadi *virtual pipeline* dalam pengangkutan energi terletak pada manajemen logistik yang efektif serta efisien. Koordinasi rantai pasokan yang baik dan kemampuan untuk menangani ketidakpastian eksternal juga menjadi faktor penentu kesuksesan perusahaan. Yoki mencatat bahwa PIS setiap tahunnya berhasil mendistribusikan lebih dari 160 miliar liter berbagai jenis energi. Selain itu, lebih dari 20 ribu pengapalan energi dilaksanakan ke seluruh pulau di Indonesia. Dalam acara "High-Level Forum on Multi-Stakeholder Partnership 2024" yang berlangsung di Bali, ia menjelaskan bahwa langkah pertama untuk menghadapi tantangan tersebut adalah memastikan keberadaan sistem logistik yang efisien. Ia menjelaskan bahwa perusahaan melakukan pemetaan dan pemantauan ketat terhadap performa logistik, sehingga dapat terus memperbaiki kualitas pengiriman energi. Selain itu, PIS juga memiliki mekanisme koordinasi internal yang baik, yang memudahkan komunikasi antara perusahaan dengan para pemangku kepentingan dan pelaku industri. Yoki menambahkan, strategi selanjutnya adalah menghadapi faktor-faktor ketidakpastian yang mungkin muncul. Dalam pandangannya, perdagangan dan ekonomi global tidak pernah lepas dari ancaman eksternal, seperti bencana alam, infrastruktur yang tidak merata, serta kondisi geopolitik. Variabel-variabel ini yang harus diantisipasi dan ditangani dengan baik oleh Pertamina Internasional Shipping. ANTARA