BANTEN –
**Borneonews - Lebak**, Realisasi investasi di Kabupaten Lebak, Banten, untuk semester pertama tahun 2024 telah mencapai angka sebesar Rp600 miliar. Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) menunjukkan bahwa kontribusi berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Robertus Erwin H, sebagai Analis Kebijakan Madya dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak, menyampaikan di Rangkasbitung bahwa pemerintah daerah bekerja keras untuk memastikan bahwa target investasi yang ditetapkan tahun ini mencapai Rp1,4 triliun dapat terwujud. Mencapai Rp600 miliar pada paruh pertama tahun ini, masih terdapat waktu beberapa bulan untuk memenuhi target Rp1,4 triliun tersebut. "Kami optimis bahwa target investasi sebesar Rp1,4 triliun bisa dicapai dalam waktu tiga bulan ke depan," ungkap Robertus. Ia juga menjelaskan bahwa terdapat sebanyak 151 perusahaan yang berinvestasi di Kabupaten Lebak melalui 692 proyek, yang berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 2.786 orang. Dalam rincian investasi yang masuk, terdapat sejumlah kontribusi dari negara-negara mitra, antara lain Korea Selatan dengan nilai investasi mencapai Rp18 miliar, Singapura Rp10 miliar, Malaysia Rp3 miliar, Tiongkok Rp750 juta, dan Thailand Rp441 juta. Investasi senilai Rp600 miliar itu tersebar di lima sektor utama. Sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi mencatatkan investasi terbesar sebesar Rp169 miliar. Diikuti oleh sektor gas, listrik, dan air yang mendapatkan Rp138 miliar, perikanan Rp96 miliar, perumahan, perkantoran, dan kawasan industri Rp79 miliar, serta industri mineral non logam yang meraih Rp22 miliar. Robertus berharap agar nilai investasi tersebut dapat terus meningkat dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah sebesar Rp1,4 triliun. ANTARA