JAKARTA –
**Borneonews - Banda Aceh**, Lifter nasional, Nurul Akmal, berhasil mempertahankan medali emas angkat besi pada kategori +87 kg putri dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang diadakan di Aceh dan Sumatera Utara 2024. Pertandingan berlangsung di GOR Seuramoe, Banda Aceh, pada hari Selasa. Bersaing dengan ketat, atlet yang sering disapa Amel ini mencetak total angkatan seberat 248 kilogram. Rinciannya, Amel berhasil mengangkat 105 kilogram dalam *snatch* dan 143 kilogram dalam *clean and jerk*. Dalam upayanya, Amel berusaha memecahkan rekor nasional serta rekor PON untuk kategori *snatch*, yang sebelumnya ada di tangan dirinya dengan angkatan 116 kilogram. Sayangnya, dalam upayanya yang ketiga pada PON kali ini, ia tidak berhasil dan harus puas dengan catatan 105 kilogram. Namun, Amel menunjukkan peningkatan dalam kategori *clean and jerk* dengan mencetak rekor baru sebesar 143 kilogram pada angkatan keduanya. Sebelumnya, dia memegang rekor PON XX dengan angkatan 142 kilogram. Di sisi lain, meskipun Amel sukses memecahkan rekor untuk *clean and jerk*, ia masih belum dapat melampaui rekornya yang lebih tinggi di tingkat nasional, yakni 153 kilogram. Usahanya untuk meraih rekornya itu tidak berhasil pada percobaan ketiganya. Walaupun hanya berhasil memecahkan satu rekor, Amel tetap menunjukkan keunggulan di kelas +87 kilogram putri dengan selisih angkatan yang signifikan dibandingkan dengan lifter lainnya, seperti Jihan Syafitri dari Jambi dan Rizka Oktaviana dari Kalimantan Barat. Jihan Syafitri mencatatkan total angkatan 225 kilogram, menghasilkan medali perak pertamanya. Dia berhasil mengangkat 98 kilogram dalam *snatch* dan 127 kilogram dalam *clean and jerk*. Sementara itu, Rizka meraih medali perunggu dengan total angkatan 219 kilogram yang terdiri dari 97 kilogram dalam *snatch* dan 122 kilogram dalam *clean and jerk*. Kelas angkat besi untuk putri di atas 87 kilogram pada PON XXI diikuti oleh lima lifter. Selain Amel, Jihan, dan Rizka, dua lifter lainnya terdiri dari Febriana Wahyuningsih asal Nusa Tenggara Barat dan Rena Ila Sari asal Riau. Pertandingan ini menunjukkan semangat dan kemampuan luar biasa dari setiap atlet yang berpartisipasi. ANTARA