KUPANG –
**Borneonews - Kupang**, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Timur menegaskan bahwa film berjudul *Tepatilah Janji* yang disutradarai oleh Garin Nugroho memiliki nilai edukatif yang signifikan bagi masyarakat menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024. Ketua KPU NTT, Jemris Fointuna, setelah menyaksikan film tersebut di salah satu mal di Kota Kupang, menyatakan bahwa film ini memberikan pendidikan berharga tentang proses pemilihan. Menurutnya, pengalaman menonton film terasa mirip dengan tahapan yang dilalui dalam pelaksanaan Pilkada. Jemris melanjutkan bahwa film tersebut diisi oleh para aktor ternama, seperti Cut Mini, Ibnu Jamil, Faradina Mufti, dan Bima Zeno. Dia mencatat adanya perpaduan antara momen-momen santai dan tegang yang menggambarkan tahapan pemilihan, di mana pada akhirnya semua pihak harus siap menerima hasil yang ditetapkan setelah penghitungan suara. Di dalam plot film, terdapat penyampaian bahwa pelaksanaan Pilkada bisa berlangsung aman dan damai. Tema yang diangkat khusus untuk NTT adalah *Pilkada Damai*. Dia juga mencatat perlunya menggambarkan perilaku yang baik di ranah politik, di mana pasangan calon yang kalah menunjukkan sikap penerimaan terhadap hasil dengan lapang dada. Harapannya, kondisi yang sama dapat terjadi di NTT selama Pilkada mendatang. Film *Tepatilah Janji* dianggap juga dapat memberikan pembelajaran bagi calon pemimpin agar tidak bertindak seperti "Sinterklas", yang berpotensi memberikan keuntungan kepada kelompok tertentu. Jemris memberikan apresiasi kepada film ini karena berhasil menyoroti tindakan-tindakan yang melanggar hukum terkait pilkada, seperti praktik bagi-bagi uang selama masa kampanye. Film berdurasi 90 menit ini juga mengangkat isu politik dinasti dan politik mahar, yang kerap muncul menjelang pelaksanaan pemilihan. Produser Rina Damayanti menekankan bahwa karya ini mengajak masyarakat, terutama pemilih pemula, untuk menggunakan hak suara mereka dengan bijak, berdasar pada hati nurani masing-masing. Rina juga menambahkan bahwa penting bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam Pilkada dan mengamati rekam jejak para calon pemimpin, karena akan berpengaruh besar terhadap nasib wilayah yang dipimpin dalam lima tahun ke depan. Dia menegaskan bahwa film ini bisa menjadi sumber edukasi, terutama bagi generasi muda yang baru menggunakan hak pilihnya untuk pertama kali. ANTARA