SEMARANG –
**Borneonews - Pekalongan**, Pemerintah Kota Pekalongan, yang terletak di Jawa Tengah, aktif mendorong berdirinya Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) sebagai solusi untuk mengakomodasi anak-anak yang putus sekolah serta anak-anak dengan kebutuhan khusus. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di masyarakat setempat. Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengambil langkah nyata dengan membangun gedung SKB yang berlokasi di Jalan HOS Cokroaminoto, Kecamatan Pekalongan Selatan. Sebelumnya, SKB harus menggunakan fasilitas di SD Negeri Keputran 04, namun kini telah memiliki tempat permanen yang lebih representatif. Afzan Arslan mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan yang telah dilalui untuk mewujudkan keberadaan SKB ini. Ia menjelaskan bahwa masyarakat merespons positif keberadaan sanggar tersebut, terutama untuk anak-anak inklusi yang tidak terintegrasi dalam sekolah luar biasa. Selain itu, anak-anak yang putus sekolah juga mampu mendapatkan berbagai keterampilan yang berguna dalam kehidupan mereka. Menurut Wali Kota, SKB mengalami perkembangan yang signifikan dari tahun ke tahun, dan saat ini jumlah siswa yang terdaftar mencapai 270 orang. Meskipun fasilitas di gedung SKB masih memiliki ruang yang cukup luas, Afzan Arslan menekankan perlunya dukungan tambahan untuk memperluas ruang kelas dan meningkatkan fasilitas yang ada. Kepala Sanggar Kegiatan Belajar Kota Pekalongan, Bonari, juga mengungkapkan rasa syukurnya atas peluncuran gedung SKB yang baru. Ia berharap SKB dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Di SKB, kelas diatur dalam beberapa shift, dengan adanya kelas inklusi yang diadakan pada pagi hari, sedangkan pada siang hingga sore hari, dilaksanakan program kejar paket A, B, dan C. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan harapan dan kesempatan baru bagi anak-anak dalam mencapai pendidikan yang lebih baik. ANTARA