**Borneonews - Jakarta**, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menekankan pentingnya melakukan investasi dalam mitigasi guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana gempa bumi megathrust di Jakarta. Hal ini disampaikan oleh Penanggung Jawab Tim Diseminasi Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Septa Anggraini, dalam sebuah dialog yang membahas kesiapsiagaan Provinsi DKI Jakarta terhadap ancaman gempa megathrust di Gedung BPBD DKI Jakarta.
Septa menjelaskan bahwa diperlukan langkah-langkah strategis untuk mempersiapkan mitigasi bencana, tanpa menunggu terjadinya korban akibat gempa. Investasi tersebut bertujuan untuk mengurangi jumlah korban dan risiko yang ditimbulkan jika terjadi bencana. "Pengalaman dari gempa megathrust menunjukkan perlunya persiapan yang lebih baik," tuturnya.
Menurut Septa, BMKG bekerjasama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintahan, akademisi, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), terus aktif dalam meningkatkan kesiapsiagaan berbasis masyarakat melalui program yang dikenal sebagai *tsunami ready community*. Program tersebut dirancang untuk membanjiri masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan agar lebih siap menghadapi bencana, khususnya gempa megathrust.
"Upaya yang dilakukan adalah untuk membangun kapasitas masyarakat dengan melibatkan mereka dalam persiapan mitigasi. Kami tidak memulai dari nol, melainkan berupaya menyesuaikan kapasitas yang ada dengan kebutuhan persiapan menghadapi bencana," imbuhnya. Meskipun tidak ada jaminan bahwa ancaman bencana bisa sepenuhnya dihindari, memiliki kapasitas yang baik akan memberikan masyarakat sebuah modal untuk menghadapi kemungkinan bencana yang mungkin terjadi.
Septa juga menyampaikan potensi ancaman yang dihadapi Jakarta berdasarkan skenario model gempa megathrust yang bersumber dari zona subduksi Selat Sunda. Dengan estimasi kekuatan Magnitudo (Mw) 8,7, dampak guncangan yang ditimbulkan dapat dirasakan hingga Banten, Lampung, Jakarta, serta Jawa Barat. Guncangan ini dapat menciptakan kerusakan yang berkisar dari ringan hingga sedang.
"Berdasarkan pemodelan tsunami akibat gempa Mw 8,7 di zona megathrust Selat Sunda, kami memprediksi tsunami dengan tinggi di atas tiga meter dapat terjadi dan akan mencapai pantai Jakarta dalam waktu sekitar dua jam setelah terjadinya gempa," jelas Septa.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa secara fisiografi, Jakarta memiliki kondisi dataran rendah dengan struktur tanah yang lunak. Jarak antara Kota Jakarta dengan zona subduksi di selatan Jawa Barat adalah sekitar 300 kilometer. "Tanah di Jakarta semakin lunak dan tebal ke arah utara. Jika terjadi gempa di zona megathrust dengan kekuatan Mw 8,7, sebagian besar wilayah Jakarta akan mengalami kerentanan yang sangat tinggi terhadap gempa," ungkapnya.
Namun, Septa menegaskan bahwa tidak ada cara untuk memprediksi kapan terjadinya gempa. Bahkan negara maju yang terkenal dengan teknologi canggih seperti Jepang juga belum mampu melakukan prediksi yang akurat. Oleh karena itu, pengalaman sejarah terjadi gempa di Indonesia seharusnya menjadi pelajaran penting untuk perencanaan mitigasi di masa mendatang.
Septa juga menekankan bahwa informasi mengenai potensi gempa megathrust yang diberikan BMKG bukanlah sebuah prediksi atau peringatan dini. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak salah memahami informasi tersebut dan tetap melanjutkan aktivitas sehari-hari seperti biasa.
BMKG berkomitmen untuk terus memantau dengan cermat segala aktivitas seismik yang terjadi di Selat Sunda serta Mentawai-Siberut. Penyampaian informasi mengenai potensi gempa dan tsunami merupakan bagian dari upaya untuk mempersiapkan masyarakat dan menekan risiko kerugian sosial ekonomi serta meminimalisasi potensi korban jiwa, apabila terjadi gempa kuat yang mengarah pada terjadinya tsunami dengan skenario terburuk.
ANTARA
Investasi Mitigasi Penting untuk Kesiapsiagaan Gempa di Jakarta
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Komentar (0)
Memuat komentar…







