**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah merancang serangkaian strategi untuk menghadapi potensi penyebaran informasi palsu atau hoaks dalam rangka menjaga suasana damai dan kondusif selama berlangsungnya pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada tahun 2024.
Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, menjelaskan bahwa strategi antihoaks ini disusun oleh Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik di bawah naungan kementerian tersebut. Dalam keterangannya, ia menyatakan komitmennya untuk menciptakan atmosfer demokratis dan bermartabat dalam pelaksanaan Pilkada 2024.
Kemenkominfo tengah melakukan koordinasi yang erat dengan sejumlah platform digital besar yang beroperasi di Indonesia, antara lain Meta, Google, dan TikTok. Kerja sama ini bertujuan untuk menegaskan peran serta platform-platform tersebut dalam mencegah penyebaran hoaks dan membantu menangani isu-isu yang timbul selama tahapan pemilihan kepala daerah.
Selain upaya kolaborasi dengan platform digital, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika juga akan melakukan pemantauan serta patroli pada ruang digital. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan penanganan hoaks yang berkaitan dengan Pilkada 2024.
Budi menekankan bahwa keberadaan hoaks, fitnah, ujaran kebencian, serta kebocoran data (*leaks*) menjadi perhatian utama pihaknya. Ia optimis bahwa dengan langkah-langkah yang diambil, pemerintah dapat mengurangi peredaran informasi palsu selama Pilkada 2024, sebagaimana yang telah dilakukan selama pelaksanaan pemilihan umum sebelumnya.
Pernyataannya merujuk pada keberhasilan pemerintah dalam meredam konten negatif yang mencuat di ruang digital pada saat pemilihan umum presiden dan wakil presiden, serta pemilihan anggota legislatif. Menurut Budi, situasi pemilu yang lebih tenang pada tahun 2024 dibandingkan dengan lima tahun lalu menunjukkan kemajuan.
Lebih lanjut, Kementerian Komunikasi dan Informatika juga menyatakan dukungan penuh terhadap Komisi Pemilihan Umum dalam upaya menciptakan Pilkada 2024 yang damai. Hal ini dilakukan dengan melacak dan menangani konten-konten yang berpotensi memicu perpecahan di kalangan masyarakat. Jenis konten negatif yang perlu diwaspadai mencakup *deepfake*, yaitu gambar dan video yang dimanipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan.
ANTARA
Kemenkominfo Siapkan Strategi Antihoaks Menuju Pilkada Damai 2024
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Polres Barito Timur Kerahkan 38 Personel Padamkan Karhutla di Murutuwu
Veda Ega Sebut Tugasnya Belum Usai Setelah Berada di Pole Position
Sembilan Hari Risnayati Hilang, Pencarian Terkendala Kabut Asap Karhutla
Indonesia Lampaui Target Emas Asian Para Games 2026
Rian/Daniel ke Final Kudus Indonesia Masters Usai Menang Tiga Gim
Kemnaker Umumkan Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi Korban PHK
Komentar (0)
Memuat komentar…







