MATARAM –
**Borneonews - Mataram**, Pasangan Rizqi Nur Siam dan Syanas Jasmine De Carvalho dari cabang olahraga dansa berhasil menyumbangkan medali emas kedua bagi kontingen Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang berlangsung di Aceh dan Sumatera Utara tahun 2024. Perlombaan di kategori *Pre Amateur Latin* dilangsungkan di Ballroom Santika Premiere Dyandra pada hari Selasa, di mana Rizqi dan Syanas berhasil mengungguli lima pasangan lainnya untuk meraih posisi teratas. Enam pasangan ikut berlaga di babak final, termasuk pasangan lain yang berasal dari NTB, yaitu Wayan Sugiarta dan Diah Indira Saraswati Putri. Selain itu, pasangan-pasangan dari daerah lain juga turut berkompetisi, seperti Helbert Howie Lymnois dan Najmira Az Zahra dari Sumatera Utara, M. Fatria Alfa Reyza dan Aqila Dinda Oktaviani dari Sumatera Selatan, Ade Tri Putra Kadiaman dan Anastasya Kadiaman dari Sulawesi Selatan, serta James Victor Wilianto dan Fenny Chandra dari Papua Barat. Dalam kompetisi ini, medali perak diraih oleh pasangan Ade Tri Putra Kadiaman dan Anastasya Kadiaman dari Sulawesi Selatan, sementara medali perunggu diperoleh oleh M. Fatria Alfa Reyza dan Aqila Dinda Oktaviani dari Sumatera Selatan. Ketua KONI NTB, H. Mori Hanafi, mengungkapkan kebahagiaannya atas pencapaian ini. "Alhamdulillah, ini adalah emas kedua bagi NTB dari cabang olahraga dansa. Prediksi kami memang ada dua medali emas yang bisa diraih dari cabang tersebut," ungkapnya. Mori juga mencatat bahwa pencapaian medali emas dalam cabang dansa ini menjadi suatu sejarah baru bagi NTB, mengingat Syanas merupakan atlet termuda yang tergabung dalam kontingen NTB di PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024. "Ini sangat membanggakan. Masa depan Syanas tampak cerah, dan kami berharap dia dapat berkompetisi di tingkat internasional," tambahnya. Selanjutnya, Mori mengharapkan agar cabang olahraga dance sport dapat berkembang menjadi salah satu cabang unggulan NTB di masa yang akan datang, terutama ketika NTB menjadi tuan rumah PON XXII yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2028. Ia juga berpesan bahwa prestasi Syanas bisa menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya di NTB. "Meskipun usianya baru 13 tahun, Syanas telah memberikan hasil yang sangat positif untuk NTB," tuturnya penuh harap. ANTARA