JAKARTA –
**Borneonews - Athena**, Menteri Pertahanan Polandia, Wladyslaw Kosiniak-Kamysz, menekankan pentingnya aksi kolektif dari NATO sebagai respons terhadap serangan drone yang dilakukan oleh Rusia. Dalam pernyataannya yang disampaikan pada Senin, Kosiniak-Kamysz menyerukan perlunya kolaborasi antar anggota NATO untuk menanggapi insiden tersebut. Situasi ini mengemuka setelah beberapa drone Rusia melanggar wilayah udara dua negara anggota NATO, Rumania dan Latvia, pada akhir pekan lalu. Insiden ini menunjukkan bahwa ancaman dari Rusia semakin serius, dan menjadi bahan diskusi di kalangan sekutu NATO. Meskipun begitu, Kosiniak-Kamysz menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan konkret mengenai langkah-langkah yang akan diambil. Dia menjelaskan bahwa Polandia sebagai negara yang damai perlu mempertimbangkan kriteria tertentu sebelum merespons pelanggaran wilayah udaranya oleh Rusia. Selain itu, Kosiniak-Kamysz juga menggarisbawahi pentingnya bagi Polandia untuk meningkatkan pertahanan diri, termasuk dengan melakukan pembelian sistem pertahanan udara yang mutakhir. Pernyataan ini mencuat di tengah aktifnya Polandia dalam mengerahkan jet tempur *F-16* sebagai reaksi terhadap berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh Rusia terhadap wilayah udaranya. Dalam konteks ini, Kosiniak-Kamysz menekankan bahwa Polandia harus siap menghadapi berbagai potensi ancaman di udara. Ke depan, Polandia diharapkan dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk memperkuat posisi pertahanannya serta memperkuat kerja sama dengan sekutu-sekutunya dalam NATO untuk menjaga stabilitas kawasan. ANTARA