SURABAYA –
**Borneonews - Sampang**, Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang, Jawa Timur, telah mengambil langkah strategis untuk melibatkan tenaga medis dan kader pos pelayanan terpadu atau *posyandu* dalam upaya deteksi dini terhadap kemungkinan kasus cacar monyet, atau yang dikenal dengan istilah *monkeypox* (Mpox). Langkah ini diambil meskipun hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai warga setempat yang terjangkit penyakit tersebut. Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana, Abdullah Najich, menjelaskan bahwa meskipun belum ada kasus yang teridentifikasi, tindakan pencegahan tetap perlu dilakukan. Menurutnya, cacar monyet merupakan penyakit menular, sehingga kewaspadaan sangat diperlukan, terutama dengan adanya temuan penyakit ini di beberapa daerah Jawa Timur. Masyarakat diimbau untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai salah satu langkah pencegahan yang efektif. Abdullah Najich juga menjelaskan bahwa gejala awal infeksi *Mpox* mirip dengan cacar air biasa, di mana ditandai oleh munculnya ruam atau bintil berair yang dapat muncul di wajah, dada, serta di bagian dalam hidung dan mulut. Namun, masyarakat perlu memperhatikan bahwa cacar monyet juga disertai dengan pembengkakan pada kelenjar getah bening, yang biasanya terjadi di area rahang bawah, leher, dan selangkangan. Gejala cacar monyet dibagi menjadi dua fase. Fase pertama, yang dikenal sebagai fase prodromal, ditandai dengan gejala seperti demam, sakit kepala, dan nyeri otot. Setelah itu, dalam rentang waktu 1-3 hari, fase erupsi terjadi dan ditandai dengan kemunculan ruam. Najich menekankan pentingnya bagi siapapun yang mengalami gejala terkait cacar untuk segera mencari perawatan di fasilitas kesehatan terdekat. Hal ini dimaksudkan agar penanganan medis dapat dilakukan secara tepat dan cepat. Dinas Kesehatan juga telah memberikan instruksi kepada rumah sakit dan puskesmas di seluruh 14 kecamatan di Kabupaten Sampang mengenai sosialisasi kepada masyarakat untuk mengedepankan PHBS. Selain itu, mereka juga meminta petugas medis di puskesmas untuk aktif mendorong peran kader posyandu dalam melakukan pemantauan dan edukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat. Kabupaten Sampang memiliki 1.043 kader posyandu yang diharapkan dapat berperan aktif dalam menghadapi situasi ini dengan cara turun ke lapangan untuk memantau kondisi masyarakat serta memberikan edukasi tentang kesehatan. ANTARA