BOGOR –
**Borneonews - Kota Bogor**, Anggota DPRD Kota Bogor, Jawa Barat, Desy Yanthi Utami, menegaskan komitmennya untuk melakukan perbaikan di sektor pendidikan, serta meningkatkan pemberdayaan dan perlindungan bagi perempuan dan anak. Penegasan tersebut diungkapkan setelah ia mengikuti masa orientasi dan pelatihan anggota DPRD Kota Bogor yang diselenggarakan oleh Badan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Barat. Dalam keterangannya, perempuan yang akrab disapa Dea ini menyatakan bahwa pelatihan tersebut semakin menumbuhkan keyakinannya untuk menyelesaikan berbagai permasalahan terkait pendidikan serta perlindungan dan pemberdayaan perempuan serta anak di Kota Bogor. Dia menegaskan bahwa hal ini sejalan dengan tugas dan tanggung jawab yang diemban oleh DPRD. Dengan latar belakang sebagai seorang mantan guru, Dea menjelaskan salah satu tantangan utama dalam dunia pendidikan di Kota Bogor adalah terbatasnya jumlah sekolah dan ketidakmerataan kualitas tenaga pengajar. Kondisi ini berpotensi menciptakan kesenjangan dalam mutu pendidikan yang diterima oleh para siswa di berbagai sekolah. “Untuk itu, penting bagi kita untuk memulai upaya pemerataan pembangunan sekolah yang harus diimbangi dengan peningkatan kualitas para pendidik, serta perhatian terhadap kesejahteraan mereka,” ujarnya. Pada aspek pemberdayaan dan perlindungan perempuan serta anak, Dea bertekad untuk memprioritaskan alokasi anggaran ke dalam biaya operasional pos pelayanan terpadu (posyandu), puskesmas, dan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak. Dia berharap, upaya ini dapat mewujudkan predikat Kota Layak Anak serta visi Kota Ramah Keluarga yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Kami telah menerbitkan beberapa peraturan daerah mengenai Kota Layak Anak, dan sekarang saatnya kita fokus pada pembahasan rancangan peraturan daerah tentang perlindungan perempuan. Semoga upaya ini dapat memberikan manfaat nyata bagi warga Kota Bogor,” tambahnya. ANTARA