PALANGKARAYA –
**Borneonews - Palangka Raya**, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Tantawi Jauhari, mendorong masyarakat untuk tetap waspada terhadap adanya ujaran kebencian yang mungkin muncul selama pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 mendatang. Menurutnya, mengingat tren yang ada, sering kali terjadi saling sindir dan mencemarkan nama baik antar pendukung kandidat di media sosial selama masa pemilihan. Tantawi menegaskan, perpecahan ini seringkali disebabkan oleh ketidaksukaan beberapa individu terhadap calon kepala daerah tertentu. Fenomena tersebut, katanya, bukanlah hal yang asing terjadi dalam setiap pelaksanaan Pilkada. Namun, ia mengingatkan bahwa saling menjelekkan bisa masuk dalam kategori ujaran kebencian yang merupakan tindakan pidana dan dapat berujung pada sanksi penjara bagi pelakunya. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk tidak terpancing atau terprovokasi oleh tindakan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang berupaya untuk menyebarkan informasi negatif tentang calon tertentu. Tantawi menjelaskan, penting untuk bersikap wajar dan tidak membiarkan kebencian atau ketidaksukaan terhadap calon memicu tindakan yang dapat dianggap sebagai penghinaan atau pencemaran nama baik, karena hal itu jelas merupakan pelanggaran hukum. Lebih lanjut, Tantawi mengingatkan bahwa saat ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum menetapkan calon-calon yang lolos untuk maju dalam Pilkada. Ia mendorong masyarakat untuk menggali informasi mengenai latar belakang setiap bakal pasangan calon yang telah mendaftar. Dengan demikian, masyarakat dapat memilih pemimpin yang sesuai dengan hati nurani dan diyakini mampu memberikan perubahan positif bagi Kota Palangka Raya. "Mengenali masing-masing bakal pasangan calon itu sangat penting, karena kita perlu memahami seperti apa calon pemimpin yang kita pilih," ujar Tantawi. Dia juga menekankan perlunya masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian jika mendapati adanya ujaran kebencian yang tersebar di media sosial. Langkah ini diharapkan dapat membantu menjaga kedamaian serta keamanan selama proses Pilkada di Kota Palangka Raya, sehingga masyarakat dapat merayakan pesta demokrasi dengan penuh sukacita. "Kita menginginkan sebuah pesta demokrasi yang menyejukkan, tanpa adanya gesekan antara satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu, saya berharap semua masyarakat dapat berperan aktif dalam mencegah kemungkinan-kemungkinan yang dapat menciptakan ketegangan," tutupnya. ANTARA