JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menegaskan pentingnya menerapkan kesetaraan gender dalam upaya mengatasi dampak yang ditimbulkan oleh perubahan iklim. Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang Sosial dan Budaya KemenPPPA, Eko Novi Ariyanti, mengungkapkan bahwa masalah perubahan iklim tidak dapat dipandang sebagai isu netral gender. Menurutnya, dampak dari perubahan iklim serta bencana yang terjadi memiliki perbedaan signifikan antara perempuan dan laki-laki. Kondisi ini memicu semakin dalamnya kesenjangan yang sudah ada. Dalam sebuah diskusi yang berlangsung di Jakarta, Eko menekankan pentingnya perhatian terhadap isu ini. Perempuan, dalam konteks ini, dihadapkan pada kerentanan yang lebih besar terhadap pengaruh buruk perubahan iklim. Hal ini disebabkan oleh ekspektasi sosial yang sering kali masih menempatkan perempuan di posisi sebagai pengurus rumah tangga, pengasuh anak, dan pengelola sumber daya alam. Keterbatasan dalam akses terhadap sumber daya, pengetahuan, pendidikan, serta kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan formal yang layak membuat perempuan menghadapi kesulitan dalam beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Di samping itu, perempuan juga berhadapan dengan tantangan yang lebih besar dalam menghindari berbagai bencana seperti banjir, badai, atau kekeringan. Mereka yang tinggal di kawasan miskin mengalami kerentanan yang lebih tinggi, disebabkan oleh minimnya akses terhadap infrastruktur yang kuat, layanan kesehatan yang memadai, serta sumber daya yang diperlukan untuk menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh perubahan iklim. Eko Novi Ariyanti juga mengingatkan bahwa kebijakan dan tindakan yang berkaitan dengan masalah perubahan iklim sering kali belum mempertimbangkan secara mendalam kebutuhan dan kerentanan yang dihadapi oleh perempuan. Akibatnya, hal ini menyebabkan ketidaksetaraan dalam akses terhadap sumber daya dan layanan yang diperlukan untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Menyikapi tantangan ini, strategi pengarusutamaan gender dalam konteks pembangunan nasional perlu menekankan upaya-upaya penting, antara lain menghapuskan segala bentuk diskriminasi antara perempuan dan laki-laki, memberikan akses yang setara dalam berbagai bidang pembangunan, serta mendorong partisipasi aktif perempuan dalam kontrol dan pelaksanaan pembangunan. Yang tidak kalah penting adalah penciptaan kesetaraan di berbagai sektor pembangunan untuk mencapai tujuan yang lebih adil dan berkelanjutan. ANTARA