JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Perhubungan sedang melaksanakan kalibrasi terhadap fasilitas dan peralatan di Bandara Nusantara yang terletak di ibukota baru. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa bandara tersebut memenuhi standar keselamatan penerbangan dan siap beroperasi. Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, menyampaikan bahwa penerbangan misi kalibrasi dilakukan pada hari Selasa sebagai tindak lanjut dari verifikasi yang dilakukan di Bandara Nusantara pada tanggal 8 dan 9 September 2024. Ia menegaskan bahwa proses kalibrasi ini bertujuan untuk menjamin aspek keselamatan serta keamanan penerbangan. Selain itu, juga untuk memastikan bahwa peralatan pendukung transportasi udara beroperasi dengan baik dan sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Kalibrasi ini merupakan tahap awal dari evaluasi yang dilakukan untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan di bandara. Proses tersebut mencakup penyesuaian dan pengujian perangkat bantuan pendaratan seperti radar dan sistem navigasi. Sebuah pesawat King Air 350i yang dimiliki oleh Pusat Kalibrasi Fasilitas Penerbangan diterbangkan untuk melakukan kalibrasi peralatan navigasi dan komunikasi di bandara, serta memeriksa kepatuhan terhadap regulasi keselamatan penerbangan yang berlaku. Selain itu, penerbangan percobaan juga dilakukan dengan menggunakan sistem navigasi berbasis performa untuk memverifikasi kecocokan prosedur penerbangan yang ada. Setelah tahap ini, kementerian akan melaksanakan sejumlah penilaian sebelum memberikan rekomendasi operasional kepada pengelola bandara. Kementerian Perhubungan mencatat bahwa kemajuan pembangunan Bandara Nusantara sangat signifikan, di mana runway sepanjang 2.200 x 30 meter sudah siap untuk beroperasi. Di sisi lain, pembangunan terminal VVIP di bandara telah mencapai 90 persen, sementara gedung terminal VIP hampir 80 persen siap. Pembangunan fasilitas penunjang bandara, seperti menara pengendalian lalu lintas udara (ATC), gedung operasional, serta bangunan pemadam kebakaran dan penyelamatan juga terus dipercepat. Selain itu, infrastruktur jalan akses utama menuju bandara hampir mencapai 100 persen. Melihat dari progres pembangunan yang ada, kementerian optimis bahwa Bandara Nusantara akan rampung sebelum batas waktu yang ditargetkan, yakni pada tanggal 31 Desember. Budi Karya Sumadi menyatakan bahwa setelah proses kalibrasi selesai, bandara ini bisa digunakan untuk kunjungan kerja presiden. Dalam rencana tersebut, Presiden Joko Widodo akan berkantor di Nusantara mulai tanggal 11 September hingga 19 Oktober. Ia dijadwalkan untuk menggelar rapat kabinet pleno di Istana Kepresidenan Nusantara pada minggu ini. ANTARA