BATAM –
**Borneonews - Batam**, Kepolisian Resort (Polresta) Barelang kini berperan aktif dalam mengawasi sebaran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Batam. Langkah ini diambil dengan tujuan untuk menjaga agar pasokan BBM tersebut tidak disalahgunakan, sehingga masyarakat dapat menerima haknya dengan baik. Dalam penjelasannya, Kasatreskrim Polresta Barelang, AKP Giadi Nugraha, mengungkapkan bahwa pengawasan ini dilaksanakan oleh Unit Tindak Pidana Tertentu (Unit Tipiter) yang merupakan bagian dari Satreskrim Polresta Barelang. "Pengawasan BBM itu ditangani oleh Unit Tipidter," imbuh Giadi saat dikonfirmasi di Batam. Menurut Giadi, pengawasan yang dijalankan meliputi pemeriksaan terhadap distribusi BBM guna memastikan bahwa aliran pasokannya tetap lancar dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Jika dalam proses pengawasan ditemukan pelanggaran hukum, pihak kepolisian siap mengambil tindakan yang diperlukan. "Jika ada penyalahgunaan, maka akan dilakukan penegakan hukum," tegasnya. Kepolisian juga melakukan pengawasan terhadap laporan distribusi yang disampaikan oleh Pertamina. Giadi menjelaskan bahwa meski tanggung jawab memastikan ketersediaan stok BBM ada di Pertamina, tugas Polresta adalah melakukan pengawasan terhadap distribusi dan penegakan hukum apabila terjadi pelanggaran. Sebelumnya, sempat muncul isu bahwa pemerintah akan menghentikan penjualan BBM jenis Pertalite dan BBM bersubsidi lainnya per 1 September. Namun, PT Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa penjualan Pertalite tetap dilanjutkan setelah tanggal tersebut. Pertamina juga menjalankan program subsidi tepat yang diatur dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Kepmen ESDM) No. 37.K/HK.02/MEM.M/2022. Program ini bertujuan untuk memperluas sistem pendataan pembelian Pertalite yang menggunakan *QR Code* bagi kendaraan roda empat. Di Regional Sumatera Utara, khususnya di Kepulauan Riau (Kepri), Pertamina Patra Niaga melaporkan bahwa sebanyak 50.500 kendaraan telah terdaftar dalam program Subsidi Tepat Pertalite. Program ini merupakan bagian dari inisiatif untuk memastikan bahwa penyaluran BBM bersubsidi dapat tepat sasaran, sehingga lebih bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. ANTARA