SURABAYA –
**Borneonews - Surabaya**, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan penghargaan kepada perusahaan-perusahaan yang mengadopsi penggunaan energi yang ramah lingkungan, termasuk penerapan *solar panel*. Rendy Herdijanto, selaku Kepala Bidang Energi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur, menyatakan apresiasinya terhadap PT Lautan Natural Krimerindo (LNK) yang telah memasang *solar panel* di fasilitas produksi mereka. Dalam keterangannya yang disampaikan di Surabaya, Rendy menekankan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi yang baik untuk mengembangkan penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT). Ia menjelaskan bahwa upaya yang dilakukan oleh PT Lautan Natural Krimerindo sangat mendukung transisi energi yang tengah berlangsung dan juga sejalan dengan target bauran energi yang ditetapkan untuk Jawa Timur. Target tersebut mencakup 17,09 persen EBT pada tahun 2025 dan 19,56 persen pada tahun 2050. Untuk tahun ini, target bauran EBT di provinsi tersebut ditetapkan sebesar 6,55 persen, dan realisasi saat ini telah mencapai 9,96 persen, melebihi target yang telah ditentukan. "Kami menghargai peran PT Lautan Natural Krimerindo yang telah menunjukkan kepemimpinan dalam sektor industri melalui penerapan energi baru terbarukan. Inisiatif mereka tidak hanya mendukung tujuan pemerintah dalam mengurangi emisi gas rumah kaca, tetapi juga mempercepat pencapaian Indonesia menuju *Net Zero Emission* pada tahun 2060," ungkap Rendy. Lebih lanjut, Rendy menegaskan bahwa kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta sangat penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang kian mendesak. "Kerjasama ini merupakan kunci untuk mengurangi dampak perubahan iklim dan mewujudkan masa depan yang lebih berkelanjutan," tandasnya. Di sisi lain, Hendrik Gunawan, CEO PT Lautan Natural Krimerindo, menginformasikan bahwa melalui anak perusahaan, PT Lautan Luas Tbk, mereka baru saja meresmikan pemasangan 1.416 *solar panel* dengan kapasitas total 635 kW di pabrik yang berlokasi di Mojokerto, Jawa Timur. Langkah ini bagian dari inisiatif besar mereka untuk mendukung energi bersih di Indonesia. Hendrik menambahkan, "Kami berharap pemasangan panel surya ini mampu memenuhi hampir 30 persen dari total kebutuhan energi pabrik kami dan secara signifikan mengurangi emisi CO2 hingga 1.200 ton per tahun, yang setara dengan efek penanaman lebih dari 14 ribu pohon." Inisiatif ini menjadi langkah konkret dalam menjawab tantangan energi dan lingkungan yang dihadapi oleh industri di tanah air. ANTARA