SURABAYA –
**Borneonews - Surabaya**, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur, melakukan inisiatif untuk memperkenalkan potensi wisata sejarah yang dimiliki daerahnya kepada Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Kamala Shirin Lakhdhir. Kunjungan ini berlangsung di museum Rumah Lahir Bung Karno dan museum H.O.S Tjokroaminoto pada hari Selasa. Ikhsan, Sekretaris Daerah Kota Surabaya, menyatakan bahwa tujuan utama kunjungan Dubes AS ini adalah untuk mengenal lebih dalam tempat-tempat bersejarah yang ada di Surabaya, khususnya lokasi yang berkaitan dengan kelahiran Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. Ia menjelaskan bahwa Kamala baru saja tiba di Indonesia dan belum memiliki kesempatan untuk mengunjungi daerah lain. Oleh karena itu, kunjungan ke Surabaya menjadi momen penting baginya untuk mengeksplorasi sejarah lokal. Selama kunjungan di museum Rumah Lahir Bung Karno, Duta Besar Kamala diberikan sejumlah informasi penting mengenai perjalanan hidup Bung Karno. Informasi tersebut mencakup awal mula pertemuan orang tua Bung Karno, yaitu Raden Sosrodihardjo dan Ida Nyomanaka, hingga perjalanan karier Bung Karno yang mengantarkannya menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh di kancah dunia. Setelah menyelesaikan kunjungan di museum pertama, rombongan Dubes Amerika Serikat yang terdiri dari Kamala dan Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Christopher R. Green, melanjutkan ke museum H.O.S Tjokroaminoto yang terletak di Jalan Peneleh Gang VII, No.29-31. Dalam kunjungan ini, mereka turut didampingi oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Hidayat Syah, dan Kepala Bagian Hukum dan Kerjasama Kota Surabaya, Sidharta Praditya Revienda Putra. Di museum H.O.S Tjokroaminoto, Dubes Kamala menerima penjelasan tentang perkembangan karakter dan semangat Bung Karno dalam konteks perjuangannya hingga ia diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia yang pertama. Ikhsan menambahkan bahwa Kamala sangat menghargai peranan H.O.S Tjokroaminoto, yang merupakan pusat berkumpulnya para pemuda yang selanjutnya menjadi tokoh penting dalam sejarah perjuangan Indonesia. Ikhsan berharap, kunjungan Dubes AS dapat semakin mempromosikan wisata sejarah di Surabaya ke tingkat yang lebih global. Ia juga mengungkapkan rencana untuk melibatkan para generasi muda dalam menyusun masukan dan ide-ide menarik terkait pengembangan wisata sejarah, dengan harapan dapat menarik minat mereka tanpa merusak nilai-nilai sejarah yang sudah ada. Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Kamala mengungkapkan kekagumannya terhadap bangunan-bangunan bersejarah di Surabaya. Ia mencatat bahwa banyak gedung bergaya Eropa yang masih terawat dengan baik, termasuk bangunan-bangunan yang terdapat di kawasan wisata Kota Lama. Kamala menambahkan bahwa ia sangat senang berada di Surabaya karena dapat melihat langsung peninggalan sejarah yang dikelola dengan baik. ANTARA