SAMARINDA –
**Borneonews - Samarinda**, Penjabat Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, Akmal Malik, menawarkan peluang kerjasama kepada Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Jess Dutton, terkait pengelolaan lahan bekas tambang yang terdapat di wilayah Kalimantan Timur. Dalam kesempatan yang berlangsung di VVIP Room Rumah Jabatan Gubernur, Akmal Malik menjelaskan bahwa terdapat lebih dari 50 ribu hektar lahan eks tambang di Kalimantan Timur yang memiliki potensi untuk diolah menjadi lahan pertanian serta tanaman produktif lainnya. Tawaran ini disampaikan saat menerima kunjungan diplomatik dari Jess Dutton. "Dubes Jess Dutton menyampaikan bahwa Kanada memiliki banyak pengalaman dalam pengelolaan lahan tersebut. Namun, mereka masih perlu meninjau perusahaan atau organisasi non-pemerintah yang dapat diajak berkolaborasi," tutur Akmal Malik. Kunjungan Duta Besar Kanada ini dilakukan untuk meninjau program kerjasama dalam pengembangan mangrove yang saat ini sedang berlangsung di Kabupaten Kutai Kartanegara. Selain itu, tujuan kunjungan ini juga adalah Membuka peluang investasi lainnya di Kalimantan Timur. Akmal Malik menambahkan bahwa Kanada tertarik tidak hanya pada potensi lingkungan, tetapi juga memperlihatkan komitmen mereka dalam pengembangan sektor pendidikan dan infrastruktur. "Kami terus berupaya menjaga kelestarian hutan, lingkungan hidup, serta mendukung ekonomi sosial masyarakat," ungkapnya. Lebih lanjut, Akmal menyatakan harapannya agar Duta Besar Kanada dapat melakukan diskusi lebih mendalam mengenai potensi yang ada di Kalimantan Timur di masa mendatang. Turut mendampingi dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Daerah Kaltim, Sri Wahyuni, menyampaikan informasi mengenai kerjasama Pemerintah Provinsi Kaltim dengan World Bank terkait program penurunan emisi. Sementara itu, Kaltim memiliki target untuk mengurangi emisi karbon hingga 22 juta ton, yang diiringi dengan kompensasi sebesar USD 110 juta. Dalam konteks ini, harga per ton yang telah ditetapkan adalah USD 5. Kalimantan Timur telah menerima pembayaran awal sebesar USD 20,9 juta atau sekitar Rp313 miliar dari World Bank melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Duta Besar Kanada, Jess Dutton, mengungkapkan kebahagiaannya atas kehadirannya di Kalimantan Timur dan menunjukkan ketertarikan luar biasa terhadap penjelasan yang diberikan oleh Pj Gubernur Akmal Malik. "Penjelasan yang disampaikan sangat meyakinkan. Kami mempertimbangkan untuk berinvestasi di sini melalui organisasi non-pemerintah atau perusahaan. Terima kasih Pak Gubernur atas sambutannya yang hangat. Saya berharap bisa melakukan kunjungan kembali," puji Jess Dutton. Dalam kunjungan ini, Duta Besar Kanada juga didampingi oleh Ms. Arielle Sobhani (First Secretary, Political), Ms. Maria Ramirez Serano (First Secretary, Development), dan Hari M Basuki (Senior Development Officer). ANTARA