**Borneonews - Jakarta**, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengungkapkan bahwa beberapa negara di Eropa dan Asia menawarkan teknologi kapal selam mereka untuk memenuhi kebutuhan sementara Indonesia. Dalam situasi ini, terdapat kebutuhan yang mendesak untuk akuisisi kapal selam *ad interim* yang akan digunakan selama periode transisi sambil menunggu dua unit kapal selam baru jenis Scorpene Evolved yang dipesan dari Naval Group Prancis selesai diproduksi.
Laksamana Ali menjelaskan bahwa pengadaan kapal selam sementara ini menjadi sangat penting untuk mengisi kekosongan selama periode lima hingga tujuh tahun ke depan. Menyusul pertanyaan dari wartawan setelah upacara peringatan HUT Ke-79 TNI AL di Dermaga Kolinlamil, Jakarta, beliau menyatakan bahwa Indonesia menerima penawaran dari Italia, Jerman, dan Turki, serta dari negara-negara Asia lainnya, yang semuanya menunjukkan minat untuk menyediakan kapal selam.
Beberapa faktor krusial perlu dipertimbangkan dalam pengadaan alat utama sistem senjata tersebut. Salah satunya adalah bahwa kapal selam yang dibeli harus memiliki kemampuan untuk menyelam dalam waktu lama. "Hal ini yang kami harapkan, yaitu memiliki kapal selam dengan spesifikasi yang lebih baik daripada yang kami miliki saat ini," tegas KSAL.
Oleh karena itu, TNI AL saat ini masih dalam proses menelaah berbagai tawaran dan opsi yang ada, serta teknologi-teknologi kapal selam dari beberapa negara tersebut. "Kami akan mengevaluasi mana yang paling memungkinkan, serta yang paling efektif dan efisien untuk kebutuhan kami," ujar Laksamana Ali.
Saat ini, TNI AL dilengkapi dengan empat kapal selam, namun menurut Laksamana Ali, jumlah tersebut masih dianggap kurang untuk menjaga luas perairan Indonesia yang mencapai 6,4 juta kilometer persegi. Dalam beberapa kesempatan, Laksamana Ali menegaskan bahwa idealnya armada TNI AL harus terdiri dari 12 kapal selam.
Keempat kapal selam yang saat ini beroperasi adalah KRI Cakra-401, KRI Nagapasa-403, KRI Ardadedali-404, dan KRI Alugoro-405. Di masa depan, Komando Operasi Kapal Selam (Koopskasel) TNI AL akan diperkuat dengan dua unit kapal selam Scorpene Evolved dari Naval Group Prancis.
Dua kapal pesanan tersebut direncanakan akan dibangun dari awal di galangan kapal PT PAL Indonesia yang berlokasi di Surabaya, Jawa Timur. Saat ini, pembangunan kapal pesanan tersebut belum dapat dimulai karena masih menunggu selesainya kontrak pembelian yang efektif. Umumnya, setiap unit kapal selam memerlukan waktu konstruksi sekitar lima sampai tujuh tahun hingga siap beroperasi.
ANTARA
TNI AL Pertimbangkan Tawaran Kapal Selam Sementara dari Eropa dan Asia
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Komentar (0)
Memuat komentar…







