JAKARTA –
**Borneonews - Banda Aceh**, Kontingen dari Jawa Barat menunjukkan dominasi yang kuat dalam setiap pertandingan final cabang olahraga *muaythai* pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang berlangsung di Aceh dan Sumatera Utara pada tahun 2024. Dengan berhasil meraih lima medali emas, Jawa Barat mencatatkan diri sebagai daerah yang memperoleh medali terbanyak di nomor laga *muaythai*. Pertandingan yang diadakan di Bale Meuseuraya Aceh (BMA) pada hari Selasa ini merupakan momen penting, di mana keunggulan Jawa Barat terlihat jelas ketika atlet-atlet mereka berhasil mengalahkan lawan di berbagai kategori. Sarah Avilia, misalnya, berhasil menaklukkan perwakilan Jawa Timur, Ikke Nurhayati, di nomor elite 48 kg putri. Kemenangan ini menjadi pembuka jalan bagi pencapaian medali emas pertama bagi kontingen Jawa Barat. Medali emas kedua diraih oleh Muhammad Redho, yang sukses mengalahkan atlet asal Nusa Tenggara Barat, Gunawan, di kategori elite 51 kg putra. Kesuksesan terus berlanjut ketika Adisty Gracella menambah koleksi medali emas dengan mengalahkan wakil Jawa Timur, Adela Earline, di kelas elite 57 kg putri. Selain itu, Hanok Demonsial juga berhasil menyumbangkan medali emas setelah berjuang melawan Muhammad Abdul Ghoni dari Jawa Timur. Kemenangan kali ini semakin memperkuat posisi Jawa Barat sebagai kontingen yang berprestasi. Medali emas kelima diperoleh Indra Surya Onggeng yang sukses mengalahkan Irvan Aji Maulana dari Jawa Tengah di kelas 60 kg putra. Tak hanya medali emas, Jawa Barat juga memperoleh satu medali perak dari Syakira Intan, yang harus mengakui keunggulan atlet asal Jawa Timur, Alfiyatus Soleha, di nomor U23 43 kg putri. Keberhasilan ini dinyatakan sebagai pencapaian tertinggi oleh manajer muaythai Jawa Barat, Nendi Suryanegara. Ia menekankan bahwa prestasi ini merupakan hasil dari semangat dan kepatuhan terhadap regulasi yang ada. "Walaupun kami tidak mencapai target awal, lima medali emas ini menjadi kebanggaan tersendiri, mengingat persiapan yang telah dilakukan selama dua tahun terakhir," ungkapnya. Nendi menambahkan bahwa pelatihan yang dimulai dua tahun lalu menjadi kunci bagi atlet-atlet untuk menghadapi berbagai kompetisi, termasuk BK PON, dengan rutin berlatih setiap hari. Prestasi ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan dedikasi dapat membuahkan hasil yang membanggakan. ANTARA