MEDAN –
**Borneonews - Medan**, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Utara telah mengambil langkah strategis dalam memberikan pelayanan keagamaan di lembaga pendidikan serta lembaga kesejahteraan sosial. Upaya ini dilakukan untuk memastikan tersebarnya pendidikan agama di seluruh wilayah Sumatera Utara. Ketua Tim Humas Data dan Informasi Kemenag Sumut, Mulia Banurea, menyampaikan bahwa pendidikan agama melalui lembaga pendidikan dan lembaga kesejahteraan sosial saat ini telah menyentuh banyak daerah di provinsi ini. Kemenag mengelola berbagai lembaga pendidikan yang mewakili beragam agama, termasuk pondok pesantren dan madrasah untuk agama Islam, serta lembaga pendidikan untuk agama Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan Khonghucu. Mulia menekankan pentingnya kesejahteraan sosial sebagai kondisi yang mencakup pemenuhan kebutuhan material, spiritual, dan sosial bagi warga negara. Hal ini bertujuan agar setiap individu dapat menjalani kehidupan yang layak. Penyenggaraan fungsi kesejahteraan sosial melibatkan kolaborasi antara pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat. Kegiatan pelayanan sosial tersebut mencakup berbagai aspek seperti rehabilitasi sosial, jaminan sosial, dan pemberdayaan sosial. Dalam suatu forum diskusi yang membahas isu-isu strategis terkait lembaga pendidikan dan lembaga kesejahteraan sosial, Mulia menekankan perlunya menggali persoalan-persoalan yang dihadapi oleh kedua lembaga tersebut sambil menawarkan solusi yang mungkin. Forum tersebut diadakan dengan tema "Lembaga Pendidikan dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Ramah dan Religius". Dari bidang pendidikan agama Kristen, Pauli Sarji Purba selaku Katim Kelembagaan dan Sistem Informasi Bidang Bimas Kristen Kemenag Sumatera Utara, menyampaikan bahwa saat ini terdapat 40 unit lembaga pendidikan agama Kristen di daerah tersebut. Ia menyoroti peran penting gereja dalam menjamin hak-hak anak serta melindungi mereka dari berbagai bentuk kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi. Selain itu, untuk pelayanan umat Khonghucu, Ibnu Mufid dari Katim Kerukunan Umat Beragama Kemenag Sumatera Utara, mengungkapkan bahwa mereka memiliki sumber daya manusia yang siap memberikan pelayanan keagamaan. Terdapat delapan penyuluh agama yang tersebar di lima kabupaten/kota, termasuk Binjai, Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Tebing Tinggi, serta dua orang guru agama yang mendukung kegiatan ini. ANTARA