JAKARTA –
**Borneonews - Surakarta, Jawa Tengah**, Indonesia memerlukan sebuah rancangan strategi yang komprehensif untuk pengembangan sumber daya manusia yang kompetitif, seperti yang diungkapkan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional. Amich Alhumami, deputi kementerian tersebut yang bertanggung jawab dalam bidang pengembangan manusia, masyarakat, dan budaya, menyatakan pentingnya adanya blueprint yang sistematis, terstruktur, dan berjangka panjang untuk pengembangan sumber daya manusia di Indonesia. Hal tersebut diutarakannya pada acara Perancangan Besar Manajemen Bakat Nasional (MTN) 2024 yang diadakan di Universitas Sebelas Maret di Surakarta, Jawa Tengah. Dalam perancangan besar ini, terdapat berbagai strategi yang diarahkan untuk pengembangan sumber daya manusia, yang mencakup mulai dari tahap identifikasi bakat hingga ke tingkat bakat yang teratas. Upaya tersebut meliputi investasi dalam pengembangan bakat di bidang seni budaya, penelitian, inovasi, dan olahraga. Amich menekankan pentinya berinvestasi dalam pengembangan bakat di seluruh wilayah Indonesia. "MTN diharapkan dapat mempersiapkan para talenta yang kompetitif dan diakui secara internasional, melalui pelatihan, pengembangan, dan penguatan bakat nasional secara holistik, terintegrasi, dan berkelanjutan," jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa pemerintah akan melakukan koordinasi terkait kebijakan dan program pengembangan bakat dengan kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Rancangan Besar MTN mencakup lima program terobosan utama yang berfokus pada pengembangan kolam bakat, kolaborasi, pusat fasilitas, sinergi pendanaan, serta pengakuan terhadap bakat. Amich berharap melalui program-program tersebut, Indonesia dapat melahirkan talenta yang luar biasa yang dapat berkontribusi pada kemajuan bangsa. Di acara yang sama, Rektor UNS Prof. Hartono menegaskan pentingnya meningkatkan kualitas talenta nasional agar dapat bersaing dengan negara-negara maju. Beliau juga mengungkapkan bahwa Indonesia berada di peringkat 75 dari 113 negara dalam Indeks Daya Saing Talenta Global 2023 dan peringkat 61 dari 132 dalam Indeks Inovasi Global pada tahun yang sama. Dalam konteks ini, Hartono menekankan bahwa pemerintah perlu meningkatkan pembangunan nasional. "Manajemen bakat nasional sangat penting, dan diperlukan rancangan besar untuk mengelola serta mengoptimalkan bakat nasional," pungkasnya. ANTARA