TANJUNG SELOR –
**Borneonews - Tarakan**, Polda Kalimantan Utara (Kaltara) berharap adanya dukungan dari lembaga adat Dayak dalam rangka menyukseskan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak yang akan dilaksanakan tahun ini. Kapolda Kaltara, Irjen Pol. Hary Sudwijanto, menyatakan pentingnya kolaborasi dari berbagai pihak untuk memperlancar proses pilkada yang akan datang. Ia menekankan bahwa tanpa adanya informasi dan dukungan dari masyarakat, penyelesaian masalah yang muncul akan menjadi sangat sulit. Dukungan dari masyarakat tidak hanya diharapkan dapat meningkatkan partisipasi pemilih, namun juga berfungsi untuk mencegah perpecahan yang mungkin timbul akibat perbedaan pilihan. Irjen Pol. Hary berharap keberagaman ini justru dapat menjadikan masyarakat semakin bersatu dalam bingkai persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Melalui partisipasi aktif, masyarakat adat juga diharapkan dapat berperan dalam mengingatkan para calon legislatif tentang norma-norma adat dan hukum yang berlaku. Sebagai langkah untuk memperkuat hubungan antara Polda Kaltara dan tokoh adat, Kapolda melakukan kunjungan ke kediaman Ketua Lembaga Adat Dayak Provinsi Kaltara di Bulungan. Dalam pertemuan tersebut, tokoh adat yang hadir antara lain Jhonny Laing Impang, Jalin Udau, Yunus Luat, Gun, Hendra Firdaus, Kiyin, Berlan, Joel Sakai, dan Jalung Biling. Kapolda mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh anggota Lembaga Adat Dayak. Dalam diskusi itu, dibahas mengenai peran penting Lembaga Adat Dayak dalam mengawal pelaksanaan Pilkada 2024, serta bagaimana lembaga tersebut dapat membantu meredam potensi konflik yang ada terkait perbedaan pilihan politik di masyarakat. Jhonny Laing Impang, selaku Ketua Lembaga Adat Dayak, menegaskan bahwa suku Dayak pada dasarnya mencintai perdamaian. Namun, karena adanya beberapa tindakan yang merusak nama baik suku, Lembaga Adat merasa perlu mengeluarkan sanksi bagi pelaku yang melanggar. Jhonny Laing juga menyampaikan harapannya agar aparat keamanan Polda Kaltara dapat menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah tersebut. Ia menegaskan komitmen lembaganya untuk berpartisipasi secara maksimal demi kelancaran Pilkada 2024 dan berharap agar Polda Kaltara dapat terus berkoordinasi dengan lembaga adat. Lebih lanjut, Jhonny Laing juga menyarankan agar saat penerimaan anggota Polri, Polda Kaltara memberikan prioritas kepada putra-putri daerah. Menurutnya, banyak pendatang yang datang mencari pekerjaan di Kaltara, termasuk sebagai anggota Polri, sehingga perlu memberikan kesempatan lebih kepada masyarakat lokal untuk berkontribusi. Pertemuan antara Kapolda dan tokoh adat ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi yang telah dibangun sebelumnya. Kapolda juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi bersama tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, terutama menjelang pelaksanaan Pilkada 2024 ini. Silaturahmi yang baik dianggap sebagai modal utama untuk menyelesaikan permasalahan dan bekerja sama. Harapannya, dengan sinergi yang terjalin, pelaksanaan pilkada dapat berjalan dengan aman dan lancar. ANTARA