MATARAM –
**Borneonews - Lombok Utara**, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, bekerja sama dengan Universitas Terbuka (UT) Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengadakan penyuluhan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kegiatan ini menjadi salah satu inisiatif dalam rangka mendorong pertumbuhan dan daya saing UMKM di daerah tersebut. Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Lombok Utara, H. Haris Nurdin, memberikan apresiasi besar kepada narasumber serta pelaku UMKM yang berpartisipasi. Dalam pembukaannya, ia menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai wadah untuk memperluas wawasan dan keterampilan pelaku usaha di Lombok Utara. Ia menjelaskan, "Kegiatan seperti ini sangat penting dan perlu diadakan secara berkelanjutan agar para pelaku usaha kita semakin kompetitif. Kami berharap kolaborasi ini dapat berlanjut di masa mendatang." Agenda pelatihan dan program yang dirancang khusus ditujukan untuk memperkuat daya saing UMKM di wilayah tersebut. Harapan yang diungkapkan oleh H. Haris Nurdin adalah agar materi-materi yang disampaikan dapat memperkaya pengetahuan dan keterampilan para pelaku UMKM, sehingga mereka bisa lebih siap menghadapi tantangan di dunia usaha. Di sisi lain, Dr. Maerani Arsasi, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UT Mataram, mengungkapkan bahwa kegiatan ini mencerminkan komitmen nyata Universitas Terbuka dalam mendukung masyarakat melalui program pengabdian masyarakat. "Kami sebagai institusi pendidikan tidak hanya memiliki tugas untuk mendidik mahasiswa, tetapi juga harus berperan aktif dalam memajukan masyarakat," jelasnya. Dr. Maerani menambahkan, kegiatan ini merupakan salah satu langkah untuk memberdayakan UMKM di Lombok Utara agar berkembang dan memiliki kemampuan bersaing di pasar yang lebih luas. Ia berharap para pelaku UMKM dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dari penyuluhan ini dalam kegiatan sehari-hari mereka. "Dengan demikian, UMKM di Lombok Utara dapat menjadi lebih mandiri dan mampu menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks," tutupnya dengan optimisme. ANTARA