BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Pangkalpinang**, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaporkan telah menangani sebanyak 156 peristiwa bencana alam sepanjang tahun ini. Kejadian tersebut didominasi oleh bencana banjir akibat tingginya curah hujan yang melanda wilayah ini pada awal tahun. Sekretaris BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Arie Primajaya, menyampaikan bahwa hingga awal bulan September 2023, angka tersebut mencakup 57 kasus banjir, 55 kejadian kebakaran hutan dan lahan, serta 44 peristiwa cuaca ekstrem seperti *puting beliung*. Kasus-kasus ini tersebar di beberapa daerah, termasuk Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung, Belitung Timur, dan Kota Pangkalpinang. Di sisi lain, jenis bencana lainnya, seperti gelombang pasang, tanah longsor, kekeringan, kecelakaan transportasi, kebakaran, letusan gunung api, dan gempa bumi, tidak tercatat sepanjang tahun ini. Hal tersebut menunjukkan bahwa meskipun banyak bencana terjadi, sebagian besar bersifat spesifik dan terkait labilitas cuaca yang ekstrem. Lebih lanjut, Arie menjelaskan bahwa total jumlah penduduk yang terdampak akibat bencana ini mencapai 2.926 orang, dengan satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat kejadian tersebut. Bencana ini juga mengakibatkan kerugian dalam bentuk kerusakan rumah, di mana 234 rumah mengalami kerusakan ringan, 20 rumah rusak sedang, dan 5 rumah mengalami kerusakan berat. Fasilitas umum juga tidak luput dari dampak bencana, tercatat sebanyak 30 unit fasilitas umum mengalami kerusakan. Rincian kerusakannya meliputi 24 unit yang rusak ringan, 3 unit rusak sedang, dan 3 unit mengalami kerusakan berat. Kejadian bencana paling banyak dilaporkan terjadi di Belitung Timur dengan total 54 kejadian. Wilayah lain yang mengalami banyak bencana adalah Pangkalpinang dengan 36 kejadian, diikuti oleh Bangka Selatan dengan 21, Bangka Barat 15, Bangka Tengah 12, Bangka 9, dan Belitung juga 9 kejadian. Situasi ini menunjukkan perlunya perhatian lebih dalam penanggulangan bencana dan pemulihan bagi masyarakat yang terdampak. ANTARA