**Borneonews - Jakarta**, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan akan mengalami penguatan pada Rabu ini. Hal ini terjadi di tengah kecenderungan pelaku pasar yang bersikap *wait and see* menjelang rilis data inflasi dari Amerika Serikat (AS).
Pada pembukaan perdagangan, IHSG tercatat menguat sebesar 11,20 poin atau 0,14 persen, mencapai level 7.772,60. Demikian juga dengan Indeks LQ45 yang mencatatkan kenaikan 1,49 poin atau 0,16 persen, berada di posisi 953,33.
Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas menyatakan bahwa IHSG masih dipengaruhi oleh sentimen dari pasar global. Mereka memprediksi bahwa IHSG memiliki peluang untuk melanjutkan tren penguatan sepanjang hari ini.
Perhatian pelaku pasar saat ini tertuju pada dua data ekonomi utama dari AS. Pertama adalah laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) untuk bulan Agustus 2024 yang dijadwalkan rilis pada hari Rabu ini, diikuti dengan laporan Indeks Harga Produsen (PPI) yang akan dirilis pada hari Kamis.
Ada harapan di kalangan pelaku pasar terkait penurunan suku bunga yang diantisipasi pada pertemuan The Federal Reserve (The Fed) nanti, yang akan berlangsung pada 17-18 September. Penurunan suku bunga ini diharapkan bisa meredakan kekhawatiran mengenai potensi pelemahan ekonomi.
Di sisi lain, bursa saham di AS menunjukkan pergerakan fluktuatif pada perdagangan Selasa. Beberapa saham di sektor teknologi dan perbankan mengalami tekanan yang cukup signifikan.
Indeks S&P 500 mengalami kenaikan sebesar 0,45 persen, mencapai angka 5.495,52. Indeks Nasdaq Composite juga mencatat apresiasi sebesar 0,84 persen menjadi 17.025,88, namun indeks Dow Jones Industrial Average justru mengalami penurunan sebesar 0,23 persen dan berada pada posisi 40.736,96.
Saham Nvidia tutup dengan kenaikan sebesar 1,5 persen, yang berkontribusi pada penguatan S&P 500 serta Nasdaq, didorong oleh performa positif dari saham-saham teknologi lainnya, seperti AMD dan Microsoft.
Sementara itu, bursa saham regional Asia pada pagi ini menunjukkan beragam pergerakan. Indeks Nikkei melemah sebesar 286,69 poin atau 0,79 persen ke level 35.872,50. Indeks Hang Seng pun mengalami penurunan 174,61 poin atau 1,01 persen menjadi 17.059,47. Sebaliknya, indeks Shanghai melemah 21,17 poin atau 0,77 persen ke posisi 2.723,01, sementara indeks Straits Times mengalami penguatan sebesar 18,31 poin atau 0,52 persen menjadi 3.530,97.
ANTARA
IHSG Diprediksi Menguat, Pasar Fokus pada Data Inflasi AS
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Generasi Tua Dayak Tola' Keluhkan Bahasa Daerah yang Kian Menghilang
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Komentar (0)
Memuat komentar…







