BANJARMASIN –
**Borneonews - Batulicin**, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Bumbu, yang terletak di Provinsi Kalimantan Selatan, melaksanakan kegiatan edukasi kepada pelajar mengenai pencegahan dan penanganan bencana. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya antisipasi bencana sejak dini di kalangan siswa. Kepala BPBD Tanah Bumbu, Sulhadi, menyatakan bahwa kegiatan tersebut difokuskan pada siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berada di kawasan Trans Kalimantan, tepatnya di Kecamatan Angsana. Dalam kegiatan ini, tercatat sebanyak 56 peserta dari SMP di Angsana turut serta. Edukasi seperti ini sangat diperlukan untuk memberikan informasi yang luas terkait kebencanaan kepada para siswa. Harapannya, materi-materi yang disampaikan dapat terintegrasi dalam pendidikan dan memberikan pengaruh positif terhadap pengetahuan, keterampilan, serta sikap para siswa dalam mempersiapkan diri dan menangani bencana. Eko Wahyuningsih, Pelaksana Tugas Kepala SMPN 1 Angsana, memberikan apresiasi atas pelaksanaan sosialisasi ini. Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan kebencanaan tidak hanya bagi siswa, tetapi juga untuk keluarga dan masyarakat di sekitarnya. "Saya mengingatkan kepada para siswa agar memperhatikan materi yang disampaikan, sehingga mereka dapat berbagi informasi ini dengan teman-teman mereka di luar sana," ujarnya. Dalam penyelenggaraan edukasi ini, BPBD juga berkolaborasi dengan PT Borneo Indobara melalui tim Divisi Emergency Response Team (ERT). Tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah *Go to School* Penanggulangan Bencana. Selain memberikan teori mengenai sistem dan manajemen penanggulangan bencana, tim ERT juga melaksanakan praktik pertolongan pertama yang dapat dilakukan saat terjadi kecelakaan. Ahmad Zaini Afrizal, perwakilan dari Divisi ERT, berharap agar kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi siswa, tetapi juga dapat diterapkan dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Ia menandaskan bahwa kolaborasi ini diharapkan terus berlanjut, sehingga kesadaran dan pengetahuan tentang kebencanaan dapat ditumbuhkan sejak usia dini. ANTARA