KUPANG –
**Borneonews - Kupang**, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan kepada masyarakat di lima kabupaten yang berada di Provinsi Kepulauan Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya angin kencang dalam beberapa hari mendatang. Lima wilayah yang diidentifikasi berisiko mengalami angin kencang tersebut adalah Kota Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, Kabupaten Kupang, serta sebagian daerah di Pulau Sumba. Peringatan ini disampaikan oleh Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenotek, dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung di Kupang. Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati mengingat potensi angin kencang ini bersifat kering, terlebih pada musim kemarau yang sedang berlangsung. Sifat kering dari angin tersebut dapat memperbesar risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan di NTT. Saat ini, NTT sedang berada dalam fase musim kemarau, yang ditandai dengan penurunan pertumbuhan awan serta aktifnya *Monsoon Timur*. Dengan kondisi ini, penting bagi masyarakat melakukan perjalanan di luar ruangan dengan lebih waspada, terutama terkait kemungkinan tumbangnya pohon-pohon di sekitar. Kepala Stasiun Meteorologi juga mengingatkan tentang bahaya potensial dari baliho yang dapat roboh akibat angin kencang. Selain itu, angin yang kuat ini dapat menambah risiko kebakaran. Oleh karena itu, masyarakat sangat disarankan untuk tidak membakar sampah-sampah kering pada siang hari ketika angin sedang berhembus kencang. Mengenai kegiatan pertanian, ia juga berpesan agar petani tidak membuka lahan baru dengan cara membakar lahan yang sudah ada. Pembakaran dedaunan atau lahan kering saat cuaca berangin kencang dapat memicu kebakaran yang luas dan sulit untuk dikendalikan. Kewaspadaan yang lebih tinggi diperlukan dari semua lapisan masyarakat untuk mencegah terjadinya bencana yang tidak diinginkan. ANTARA