JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Sosial Syaifullah Yusuf saat ini tengah mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk transisi kebijakan di Kementerian Sosial sebagai bagian dari proses peralihan menuju pemerintahan yang baru. Dalam pernyataannya yang disampaikan di Istana Negara, Jakarta, ia menekankan pentingnya penyesuaian dan penataan kebijakan guna menjamin kelangsungan program sosial di seluruh wilayah Indonesia. Menteri Syaifullah mengatakan bahwa Presiden memiliki tujuan yang jelas, yang berkaitan dengan upaya untuk mengatur masa transisi ini dengan baik. Ia mengungkapkan, "Saya rasa Presiden tidak mempunyai maksud lain selain mencoba untuk menata masa transisi ini." Dalam waktu jabatannya yang relatif singkat, ia berkomitmen untuk menyelesaikan sejumlah arahan yang sebelumnya telah diberikan oleh Presiden Joko Widodo dan belum terlaksana oleh pendahulunya. "Di sisa waktu yang ada ini, kami akan berusaha untuk merespons arahan Presiden dengan sebaik-baiknya. Terutama berkaitan dengan transisi ini, kami juga harus merencanakan langkah-langkah untuk Kementerian Sosial di tahun 2025," ungkapnya. Ketika ditanya mengenai kemungkinan perluasan bantuan sosial untuk kalangan menengah, Syaifullah menyatakan bahwa ia akan mengadakan diskusi lebih lanjut dengan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy. Ia menekankan bahwa saat ini masih terlalu awal untuk membahas masalah tersebut secara mendalam. "Belum, kami belum sampai di sana. Saya akan berkoordinasi dengan Pak Muhadjir mengenai hal itu," jelasnya. Selain itu, Syaifullah juga menjelaskan bahwa ia memerlukan waktu tambahan maksimal dua hari untuk mempersiapkan pernyataan resmi mengenai program-program Kementerian Sosial yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. "Setelah itu, saya akan menyampaikan informasi mengenai langkah-langkah yang akan kami ambil di sisa waktu yang ada," tegasnya. ANTARA