BORNEONEWS, Sampit - Maraknya aksi tawuran remaja di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Kotim, Riskon Fabiansyah.
Ia menekankan pentingnya kerja sama dari berbagai pihak untuk menangani masalah tawuran yang meresahkan masyarakat ini.
"Pemerintah, masyarakat, orang tua, dan aparat keamanan harus bekerja sama untuk mengatasi masalah ini secara menyeluruh," kata Legislator Fraksi Golkar tersebut.
Menurutnya, salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku negatif ini adalah pengaruh sosial media dan globalisasi, yang semakin mempengaruhi kehidupan remaja.
Perlu adanya edukasi dan pendekatan dari tokoh masyarakat serta organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan. Karena peran mereka sangat penting dalam memberikan arahan dan pembinaan yang baik kepada para remaja.
"Pendekatan komprehensif sangat diperlukan agar remaja kita bisa menjauhi perilaku negatif ini," ujarnya.
Akhir-akhir ini diketahui tawuran remaja sering terjadi di lokasi-lokasi ramai seperti Terowongan Nur Mentaya, taman kota, pinggir jalan, bahkan di dekat tempat hiburan malam.
Aksi tawuran tersebut kerap terjadi pada malam hari, yang tentunya membuat warga sekitar resah dan merasa tidak aman.
Untuk itu, Riskon berharap adanya tindakan tegas dari aparat keamanan dalam menangani masalah ini. Patroli rutin perlu dilakukan di lokasi-lokasi rawan, terutama pada malam hari, agar tawuran bisa dicegah sebelum terjadi. Langkah pencegahan dini ini dinilai lebih efektif daripada menunggu aksi tawuran terjadi.
"Tanggung jawab untuk membina remaja bukan hanya berada di tangan pemerintah atau pihak keamanan saja, melainkan juga di pundak para orang tua dan masyarakat. Semua pihak harus berperan aktif dalam memberikan pendidikan yang baik, serta mendorong perilaku positif bagi generasi muda di daerah ini," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/R)









