BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjarmasin**, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengadakan pembahasan mengenai potensi kerawanan terhadap tindakan terorisme di sekitar wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN), khususnya pada daerah perbatasan di Provinsi Kalimantan Selatan. Pertemuan ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman tersebut. Menurut Direktorat Pembinaan Kemampuan BNPT, Brigjen Pol Wawan Ridwan, Kalimantan Selatan memiliki kedekatan geografis dengan IKN. Oleh karena itu, kewaspadaan dan upaya penanggulangan terkait kerawanan terorisme harus diterapkan dengan lebih intensif. Dalam forum yang diadakan di Banjarmasin ini, BNPT bekerja sama dengan berbagai lembaga terkait di Kalimantan Selatan untuk membahas langkah-langkah strategis dalam pencegahan awal terhadap kejahatan terorisme. Wawan menekankan pentingnya meningkatkan koordinasi antar lembaga, serta memperkuat pemahaman dan kapasitas mereka. Hal ini diharapkan mampu menciptakan upaya yang lebih efektif untuk mencegah dan menangani penyebaran paham terorisme di masyarakat. Melalui pertemuan ini, ia juga menguraikan mengenai perkembangan dan kemungkinan penyebaran ajaran terorisme yang terjadi baik di tingkat nasional maupun dalam konteks daerah, khususnya di Kalimantan Selatan. Pertemuan ini memfasilitasi diskusi dan tanya jawab, dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten untuk memberikan wawasan kepada peserta dari berbagai lembaga. Meski tingkat kerawanan terorisme di Kalimantan Selatan tidak setinggi di beberapa daerah lainnya, Wawan mengingatkan bahwa kewaspadaan tetap diperlukan, mengingat posisi provinsi ini sebagai wilayah perbatasan IKN. Wawan berharap agar diskusi tersebut dapat memberikan pemahaman yang jelas mengenai cara pencegahan dan penanggulangan terorisme untuk berbagai lembaga yang terlibat di Kalimantan Selatan. Ini termasuk perwakilan dari TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat. Pertemuan ini direncanakan berlangsung selama dua hari, tepatnya pada tanggal 11 hingga 12 September, dengan melibatkan narasumber dari lembaga khusus yang ada di Kalimantan Selatan, serta mitra *deradikalisasi* dari BNPT. ANTARA