PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Lurah Kalampangan, Yunita, melakukan kunjungan ke lokasi pertanian di kawasan agrowisata Kalampangan, Kecamatan Sabangau.

Dalam kunjungannya, Yunita menemukan upaya menarik dalam pengelolaan limbah pohon buah naga yang sudah tidak produktif.

Salah seorang petani di Kalampangan telah memanfaatkan limbah pohon buah naga dengan cara mencacahnya, sehingga tidak merusak lingkungan.

Limbah tersebut kemudian diolah menjadi pupuk organik dan pakan ternak, menunjukkan potensi besar dalam memaksimalkan pemanfaatan sumber daya.

"Ini adalah hal yang menarik, dimana limbah pohon buah naga yang sudah tidak produktif masih bisa dimanfaatkan untuk pupuk maupun pakan ternak," ujar Yunita, Rabu, 11 September 2024.

Yunita juga menekankan pentingnya koordinasi dengan dinas terkait dan lembaga lainnya yang memiliki keahlian dalam pengelolaan limbah pohon buah naga.

Hal ini bertujuan untuk menemukan solusi optimal dalam mengelola limbah tersebut agar dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan.

"Saya akan berkoordinasi dengan dinas terkait maupun lembaga lainnya yang mengerti bagaimana pengelolaan limbah dari pohon buah naga yang banyak dibuang disekita area pertanian agar menjadi sesuatu yang bisa dimanfaatkan kembali oleh masyarakat dan juga lingkungan bisa terjaga secara menyeluruh," jelasnya.

Upaya Lurah Kalampangan dalam mendorong pemanfaatan limbah pohon buah naga menjadi contoh positif dalam menerapkan prinsip ekonomi sirkular di tingkat kelurahan.

"Hal ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan memanfaatkan sumber daya secara maksimal," pungkasnya. (PATHUR/R)