PALANGKARAYA –
**Borneonews - Sampit**, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yang terletak di Kalimantan Tengah, telah mengadakan program layanan kesehatan spesialistik sebagai langkah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang lebih baik. Bupati Kotim, Halikinnor, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengirimkan sejumlah dokter spesialis ke berbagai lokasi di daerah tersebut. Langkah ini diambil untuk mengobservasi kondisi kesehatan masyarakat dan hasilnya akan digunakan sebagai bahan evaluasi di masa mendatang. Dalam keterangannya, Halikinnor menambahkan bahwa kesehatan masyarakat merupakan faktor penting yang memengaruhi kualitas sumber daya manusia dan proses pembangunan suatu daerah. Pelayanan kesehatan spesialistik ini diselenggarakan di beberapa kecamatan, termasuk Cempaga dan Parenggean. Halikinnor juga menyampaikan bahwa terdapat laporan mengenai banyaknya anak-anak di wilayah Kotim yang berada dalam kondisi yang hampir mencapai status *stunting*, serta sejumlah dari mereka yang mengalami kekurangan gizi. Dengan adanya program ini, pihaknya berharap dapat memperoleh informasi lebih mendalam mengenai kondisi kesehatan masyarakat yang menjadi prioritas untuk evaluasi ke depan. Untuk menjaga kesehatan masyarakat, Halikinnor menegaskan pentingnya pengidentifikasian kekurangan yang ada. "Dengan mengetahui kekurangan yang ada, kita bisa mempersiapkan langkah-langkah agar kesehatan masyarakat tetap terjaga," ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan spesialistik ini diberikan secara gratis kepada masyarakat. Kesehatan, menurutnya, adalah hal yang fundamental dan memengaruhi tingkat kecerdasan individu. "Kecerdasan dimulai dari kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan menjaga kesehatan sebelum jatuh sakit," jelas Kaderi. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kotim bekerja sama dengan RSUD dr. Murjani Sampit. Mereka mengerahkan lima dokter spesialis, yang terdiri dari seorang spesialis penyakit dalam, dua spesialis anak, satu spesialis kandungan, dan satu spesialis jiwa. Selain itu, tenaga kesehatan lain, termasuk perawat, juga turut membantu dalam kegiatan ini. Lebih dari sekadar memberikan layanan medis, program ini juga berfungsi sebagai media edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan. Fokus utama adalah kepada ibu hamil dan ibu dengan anak balita, yang diimbau untuk rutin berkunjung ke pos pelayanan terpadu (posyandu). Hal ini sangat penting, mengingat upaya pencegahan stunting harus dilakukan sejak 1.000 HPK, yang mencakup periode dari konsepsi hingga anak berusia dua tahun. Pencegahan stunting sangat diperlukan sejak dini, karena dampaknya tidak hanya berpengaruh pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga akan memengaruhi perkembangan emosional dan aspek ekonomi di masa depan. Dengan adanya program seperti ini, diharapkan kondisi kesehatan masyarakat di Kotim dapat terus ditingkatkan dan diperhatikan dengan baik. ANTARA