MATARAM –
**Borneonews - Mataram**, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang dibina oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Barat, PT Fatih Crafts Lombok, berhasil meraih keberhasilan signifikan dengan menembus pasar ekspor kerajinan anyaman rotan ke Jerman. Ini menjadi tonggak bersejarah bagi UMKM yang bergerak di bidang kerajinan tangan. Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB, Berry Arifsyah Harahap, menjelaskan bahwa pengiriman produk anyaman rotan ini adalah kegiatan ekspor pertama yang dilakukan oleh UMKM tersebut dengan memenuhi semua syarat yang ditetapkan. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil dari berbagai upaya kolaboratif, termasuk fasilitas perizinan ekspor, penyelenggaraan pertemuan bisnis, serta pengiriman sampel produk yang dilakukan bersama sejumlah organisasi perangkat daerah di NTB. Berry juga mengungkapkan bahwa ada banyak *buyer* dari luar negeri yang menunjukkan minat yang tinggi terhadap produk kerajinan rotan dari NTB, terutama dari negara-negara Eropa dan Arab Saudi. Hal ini menunjukkan bahwa potensi pasar untuk kerajinan rotan sangat menjanjikan. Lebih lanjut, dia mencatat bahwa daerah-daerah seperti Lombok Tengah dan Sumbawa merupakan penghasil kerajinan rotan yang berkembang pesat. Sumbawa, khususnya, memiliki potensi lahan rotan yang tinggi dan berpeluang besar untuk menjadi sumber bahan baku produk dekorasi rumah yang berkualitas. Melihat perkembangan ini, Berry menekankan perlunya peningkatan kegiatan ekspor yang memberikan dampak luas terhadap pendapatan masyarakat, terutama melalui keterlibatan pelaku UMKM. "Langkah ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baik di tingkat nasional maupun daerah, dan tidak hanya bergantung pada konsumsi rumah tangga," tuturnya. Perekonomian NTB tercatat mengalami pertumbuhan yang signifikan, dengan tingkat pertumbuhan ekspor mencapai angka 967,96 persen. Bank Indonesia, sebagai bank sentral, berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dari berbagai sektor, termasuk mendorong potensi daerah agar dapat dikenal dan diminati di pasar global. "Melalui peningkatan ekspor, pertumbuhan konsumsi di NTB dapat terus terjaga dan bahkan ditingkatkan, sehingga menjadi salah satu sumber utama pertumbuhan ekonomi," kata Berry. Asisten II Sekretariat Daerah NTB, Fathul Gani, menambahkan bahwa dia sangat mengapresiasi inisiatif dari Bank Indonesia dalam mendukung potensi daerah melalui ekspor produk kerajinan anyaman rotan. Dia juga menekankan pentingnya keberlanjutan dalam produksi dan ekspor, serta perlunya menjaga kualitas proses produksi yang masih menggunakan metode manual, yang menjadi tantangan di era kemajuan teknologi saat ini. "Kolaborasi dan sinergi dari semua pihak sangat penting untuk mendukung produk lokal, sehingga pada gilirannya dapat mendorong kesejahteraan masyarakat di NTB," ujarnya. Pelepasan ekspor perdana produk dekorasi rumah yang terbuat dari anyaman rotan ini dilakukan dengan pengiriman dua kontainer ke Jerman, yang disaksikan oleh Fathul Gani dan Berry Arifsyah Harahap di Mataram pada hari Selasa, 10 September. ANTARA