MATARAM –
**Borneonews - Lombok Tengah**, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) telah melaksanakan program penghijauan yang signifikan di sekitar kawasan Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ribuan pohon telah ditanam di area strategis, khususnya di sekitar Grandstand I dan J, sebagai bagian dari persiapan untuk menyambut ajang *MotoGP* Indonesia tahun 2024. Troy Warokka, Ketua Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGPTM) 2024, mengungkapkan bahwa program penghijauan di area strategis ini telah mencapai penyelesaian 100 persen. Proses penanaman pohon tidak hanya terbatas pada sirkuit, tetapi juga telah dilakukan di median Jalan Kuta-Keruak serta area parkir VIP. Selain itu, sistem irigasi tetes telah dipasang di lokasi parkir VIP dan bagian dalam sirkuit. Dalam upaya ini, sekitar 10.000 pohon jenis ekor kuda telah ditanam di median jalan Kuta-Keruak, di samping hampir 10.000 pohon widuri yang juga ditanam di lokasi yang sama. Troy menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan dan kebersihan lingkungan. Oleh karena itu, pengelolaan sampah selama acara juga ditingkatkan. Fasilitas untuk pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi sudah dipersiapkan untuk mendukung kelancaran acara. Di sisi lain, Pemerintah Provinsi NTB juga telah menyiapkan tempat pemrosesan akhir untuk menangani sampah yang dihasilkan selama event *MotoGP* Mandalika. TPA Pengengat, yang terletak di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, telah ditunjuk sebagai lokasi pembuangan sampah. Julmansyah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB, menyatakan bahwa tidak ada perubahan signifikan dalam pengelolaan sampah sejak ajang sebelumnya. Penilaian menunjukkan bahwa TPA Pengengat siap menampung sampah dari perhelatan tersebut. TPA Pengengat sendiri mulai beroperasi sejak tahun 2015, dan saat ini mampu mengelola sekitar 50 ton sampah per harinya. Meskipun produksi sampah dari ajang *MotoGP* tercatat cukup tinggi—mencapai 66 ton pada tahun 2022 dan 40 ton pada tahun 2023—jumlah pasti limpahan sampah yang akan dihasilkan dari pelaksanaan *MotoGP* Mandalika yang akan digelar pada 27-29 September mendatang belum dapat dipastikan. Julmansyah juga menegaskan bahwa faktor penentu volume sampah yang dihasilkan sangat tergantung pada jumlah tiket yang terjual, sehingga hal ini menjadi perhatian dari pihaknya. Keberlanjutan lingkungan selama penyelenggaraan acara menjadi prioritas utama agar dapat memberikan dampak positif bagi daerah. ANTARA