**Borneonews - Hamilton**, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan pernyataan mengecam tindakan pasukan Israel yang menahan stafnya selama berjam-jam di sebuah pos pemeriksaan di Jalur Gaza utara. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran besar mengenai keselamatan para pekerja kemanusiaan yang terlibat.
Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric, menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah konferensi pers yang digelar pada hari Selasa. Ia menyebutkan bahwa staf PBB tersebut diinterogasi selama 7,5 jam di pos pemeriksaan, memaksa konvoi mereka untuk kembali ke pangkalan tanpa dapat meneruskan misi kemanusiaan yang telah direncanakan.
Dujarric menjelaskan bahwa PBB telah melakukan koordinasi dengan pihak Israel mengenai pergerakan konvoi tersebut, namun kegiatan tersebut tetap terhambat. Dalam kejadian tersebut, konvoi yang membawa pekerja bantuan PBB dihentikan di pos pemeriksaan Al-Rashid. Dua anggota dari staf PBB terpaksa keluar dari kendaraan untuk menjalani interogasi. Ketegangan semakin meningkat ketika pasukan Israel menujukan senjata mereka ke arah konvoi.
Dalam situasi tersebut, mobil-mobil yang membawa staf PBB dikelilingi oleh pasukan Israel dan terjadi tembakan, sebagaimana diungkapkan oleh Dujarric. Konvoi yang sudah terhenti tersebut kemudian dikepung oleh tank militer Israel (IDF) serta sebuah buldoser yang bertindak agresif dengan menabrak kendaraan PBB dari dua sisi, membuat posisi staf PBB di kendaraan semakin terjepit.
Salah satu buldoser yang terlibat bahkan menjatuhkan puing-puing menuju kendaraan pertama dalam konvoi. Sementara itu, anggota tentara Israel mengancam para staf sehingga mereka tidak dapat keluar dari kendaraan dengan selamat. Dalam upaya meredakan keadaan, beberapa personel senior PBB berusaha untuk menenangkan situasi yang tegang tersebut.
Dujarric menegaskan bahwa insiden ini sangat berbahaya bagi keselamatan para tenaga kerja kemanusiaan. Ia mendesak pihak berwenang Israel untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna melindungi staf PBB serta aset-aset kemanusiaan. Dujarric juga menambahkan bahwa Israel hendaknya memfasilitasi pelaksanaan tugas para pekerja kemanusiaan sesuai dengan ketentuan hukum kemanusiaan internasional.
PBB telah resmi memprotes insiden tersebut dan mengikuti protokol yang diperlukan untuk mengajukan tuntutan kepada Israel. Dalam konteks yang lebih luas, pasukan Israel sering menggempur organisasi-organisasi bantuan, termasuk PBB dan lembaga-lembaga sejenis, di tengah eskalasi konflik yang berlangsung di Gaza.
Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) juga mencatat bahwa sejak 7 Oktober 2023, serangan Israel di Gaza telah mengakibatkan tewasnya 212 anggota staf PBB. Hal ini menegaskan perlunya tindakan menjaga keselamatan para pekerja kemanusiaan dalam situasi krisis yang semakin memprihatinkan.
ANTARA
PBB Mengecam Tindakan Israel Terhadap Staf di Jalur Gaza
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
664 Hektare Eks Konsesi PWN di Lamandau Terbakar
Sembunyikan Sabu Seberat 306,7 Gram di Bawah Kasur, Bandar Narkoba di Sampit Dibekuk Polisi
Generasi Tua Dayak Tola' Keluhkan Bahasa Daerah yang Kian Menghilang
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







