**Borneonews - Jakarta**, Direktur Manajemen Risiko PT PLN (Persero), Suroso Isnandar, menegaskan bahwa transisi energi merupakan elemen yang sangat penting untuk mengamankan kelangsungan hidup umat manusia. Dalam pandangannya, tantangan yang dihadapi Indonesia dalam satu dekade terakhir terkait dengan peningkatan emisi karbon menjadi salah satu alasan utama perlunya langkah transisi energi yang komprehensif.
Suroso menjelaskan bahwa krisis iklim yang terjadi secara global membutuhkan upaya kolaboratif dari seluruh dunia. Terutama, transformasi dalam mendistribusikan dan menggunakan energi listrik harus menjadi prioritas bersama. Dalam sebuah acara yang berlangsung secara virtual, Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW) 2024, ia menyampaikan, Transisi energi bukan hanya sebuah kebutuhan, tetapi juga merupakan komponen kunci bagi keberlanjutan umat manusia serta planet bumi yang kita cintai.
Pada hari kedua acara ISEW 2024, perjanjian pembaruan Memorandum of Understanding (MoU) ditandatangani antara PT PLN (Persero) dan GIZ Energy Programme Indonesia/ASEAN. Perjanjian ini menandai berlanjutnya komitmen selama lima tahun ke depan dalam mendukung pengembangan energi terbarukan di sektor ketenagalistrikan di Indonesia.
Melalui MoU ini, berbagai inisiatif akan difasilitasi, termasuk penggunaan teknologi energi bersih, pembangunan kapasitas, pengembangan kebijakan energi, serta investasi dalam infrastruktur energi yang ramah lingkungan. Kerja sama antara kedua institusi ini diharapkan dapat menjamin pasokan listrik yang handal dan berkelanjutan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang selama ini menjadi sumber utama energi.
Keberhasilan transisi ini sangat bergantung pada kesadaran, keterlibatan, serta komitmen dari seluruh pemangku kepentingan di Indonesia, ungkap Suroso lebih lanjut. Ia juga menekankan bahwa kehadiran KfW Development Bank dan GIZ di Indonesia merupakan sebuah keuntungan di tengah tantangan perubahan iklim yang saat ini dihadapi.
Suroso mengungkapkan pengalaman pribadi selama terlibat dalam kegiatan KfW dan GIZ dari tahun 2007 hingga 2024. Pengalamannya mencakup survei jaringan transmisi 500 kV di berbagai wilayah, termasuk Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jakarta, serta perencanaan dan pengoperasian sistem tenaga listrik dengan bantuan GIZ. Ia menceritakan, Saat pembangkit listrik tenaga bayu pertama di Indonesia mulai beroperasi, saya tidak tahu bagaimana mengintegrasikan energi terbarukan ke dalam sistem yang ada. Untungnya, KfW dan GIZ hadir sebagai solusi, sehingga kami dapat mengelolanya dengan baik.
Persepsi positif Suroso terhadap PLN sangat mencolok, mengingat pengalaman yang kaya dalam pengelolaan energi terbarukan berkat kolaborasi dengan kedua lembaga tersebut. Ia berharap sinergi ini bisa terus berlanjut, terutama dalam menghadapi perubahan iklim dan transisi menuju energi bersih, melalui pengembangan energi yang berkelanjutan dan inisiatif dekarbonisasi yang mendukung pembangunan berkelanjutan Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Suroso menyampaikan komitmen PLN dalam mendorong transisi energi di Indonesia. Saat ini, PLN sedang menyusun program Accelerated Renewable Energy Development (ARED) dengan pendekatan Coal Face Down, yaitu menghentikan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) tanpa menghancurkan infrastruktur yang ada.
Sebagai bagian dari inisiatif ARED yang direncanakan pada tahun 2040, PLN menargetkan pangsa sumber energi terbarukan dapat meningkat hingga 75 persen. Rencana ini mencakup penggunaan tenaga air sebesar 20 gigawatt (GW), energi panas bumi 7 GW, tenaga angin 12 GW, tenaga surya fotovoltaik 17 GW, serta limbah dan biomassa bersama energi terbarukan lainnya sebesar 4 GW.
Suroso menegaskan pentingnya kolaborasi dan kemitraan internasional dalam pencapaian tujuan tersebut. Ia menyatakan, Kerja sama dengan lembaga seperti KfW dan GIZ sangat krusial, karena mereka dapat memberikan dukungan finansial dan teknologi yang diperlukan untuk mencapai target ambisius ini. Ia pun berharap kolaborasi ini dapat berlanjut dan menghasilkan aksi nyata serta inisiatif yang memberikan dampak positif untuk masa depan yang lebih berkelanjutan bagi Indonesia.
ANTARA
Transisi Energi Penting bagi Kelangsungan Hidup di Indonesia
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pekab Gumas Bagikan Bantuan Bibit Cabai hingga Tomat untuk Masyarakat
Dua Gol Nicolas Jackson bawa Aston Villa Tekuk Man City 2-1
Ikut Manugal, Wakil Bupati Gumas Ajak Masyarakat Manfaatkan Lahan
Dortmund Puncaki Klasemen setelah Kalahkan Frankfurt 1-0
DKUKMPP Kotim Ajak Masyarakat Dukung Pasar Rakyat, Belanja Lokal Gerakkan Ekonomi Daerah
Arsenal Samai Poin Man City setelah Tekuk Everton 2-0
Komentar (0)
Memuat komentar…







