BANDUNG –
**Borneonews - Garut,** Jalan yang menghubungkan wilayah selatan Kabupaten Garut, Jawa Barat, terputus akibat longsor. Kejadian ini mengakibatkan akses dari Kecamatan Peundeuy menuju Kecamatan Cibalong terhambat, dan pihak kepolisian telah menandai area tersebut dengan garis batas agar tidak dilintasi kendaraan. Menurut Kepala Polsek Singajaya, AKP Anas Nasrudin, longsor yang terjadi mengakibatkan jalur vital tersebut tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat maupun roda dua. Hujan intensitas tinggi yang mengguyur daerah ini sejak Selasa malam hingga Rabu pagi menjadi penyebab utama tergerusnya bagian jalan di Kampung Cinangsi, Desa Toblong, Kecamatan Peundeuy. Kondisi ini mengakibatkan gangguan dalam aktivitas masyarakat. Warga tidak dapat melintasi jalan utama yang menjadi akses penting bagi dua kecamatan. Longsor tersebut tidak hanya menimbun jalan, tetapi juga menyebabkan jalan ambles dan tergerus sejauh 70 meter. Karena situasi yang mengancam keselamatan pengguna jalan, pihak kepolisian mengambil langkah tegas dengan menutup akses jalan tersebut dan mengalihkan lalu lintas ke rute alternatif menuju Cibalong dan sebaliknya. Pengendara yang terpaksa menggunakan jalur alternatif dari Kecamatan Cibalong menuju jalan utama Garut harus memutar melewati Kecamatan Pameungpeuk, dengan waktu tempuh sekitar satu jam. Warga Cibalong juga harus menempuh jarak sekitar 20 kilometer jika ingin menuju Garut, yang dapat memakan waktu lebih dari satu jam perjalanan. Pihak polsek dan instansi terkait, termasuk pemerintah kecamatan dan desa, sudah melaporkan insiden longsor ini kepada BPBD Garut. Mereka juga berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut untuk merencanakan langkah perbaikan. Dari hasil pengamatan awal, kondisi jalan yang terputus bukanlah akibat tanah longsor yang menimbun, melainkan jalan yang tergerus, sehingga perbaikan diperkirakan akan memakan waktu lebih panjang. Ada kemungkinan bahwa pembangunan jembatan gantung menjadi salah satu solusi, mengingat sebelumnya sempat ada jalan alternatif yang kini tidak lagi digunakan. Lebih lanjut, Anas Nasrudin mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada saat melintasi daerah-daerah yang rawan bencana, khususnya saat musim hujan. Daerah yang terkena dampak longsor ini dikenal sebagai kawasan berisiko tinggi, dengan jalan yang berbatasan langsung dengan jurang dan tebing curam. Keberadaan kondisi geologis tersebut menjadikan wilayah ini sangat rentan terhadap bencana alam, seperti *landslide*. ANTARA