JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pembangunan koridor baru untuk Mass Rapid Transit (MRT) fase pertama yang menghubungkan Medansatria dengan Tomang akan meliputi total 21 stasiun. Rute ini merupakan bagian dari MRT Lintas Timur-Barat dengan panjang mencapai 24,5 km. Heru Budi Hartono menyampaikan informasi ini dalam sebuah acara pencanangan proyek MRT Timur-Barat di hadapan Presiden Joko Widodo, yang berlangsung di Stasiun MRT Thamrin, Jakarta Pusat, pada hari Rabu. Stasiun-stasiun yang akan dilalui oleh MRT pada jalur Medansatria hingga Tomang mencakup lokasi-lokasi strategis, termasuk Medan Satria, Ujung Menteng, Pulo Gebang, Cakung Barat, Penggilingan, Pulogadung, Perintis, serta sejumlah stasiun lainnya seperti Pakulonan Timur, Pakulonan Barat, Sumur Batu, Cempaka Baru, Galur, Senen, Kwitang, Kebon Sirih, Thamrin, Cideng, Petojo, Roxy, Grogol, dan akhir rute di Tomang. Dalam perkembangan selanjutnya, Heru menjelaskan bahwa proyek ini akan diperluas dari arah timur menuju barat, mencakup daerah-daerah seperti Cikarang hingga Balaraja. Dia juga menekankan bahwa lokasi pencanangan yang dilakukan baru-baru ini berfungsi sebagai titik integrasi antara MRT Lintas Utara-Selatan, Bundaran HI, Ancol Marina, serta MRT Lintas Timur-Barat yang mencakup rute Cikarang dan Balaraja. Pendanaan untuk pembangunan MRT ini berasal dari pinjaman yang diberikan oleh Japan International Cooperation Agency (JICA), sebuah lembaga yang dibentuk oleh pemerintah Jepang untuk membantu proses pembangunan di negara-negara berkembang. Heru menjelaskan bahwa proyek ini dibiayai melalui kerjasama co-financing bersama Asian Development Bank (ADB), dengan Kementerian Perhubungan bertindak sebagai Assisting Agency dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai Implementing Agency, sementara BTA MRT Jakarta berperan sebagai Sub-Implementing Agency. Selain itu, pembangunan jalur koridor sepanjang 800 meter di Kota Bekasi, Jawa Barat, memperoleh pembiayaan melalui hibah dari pemerintah pusat. Operasional jalur tersebut akan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui mekanisme yang dikenal sebagai *Public Service Obligation* (PSO). Heru juga menyampaikan rasa terima kasih kepada berbagai pihak, termasuk Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia, Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, serta seluruh tim dari MRT yang telah berkontribusi dalam sinergi pembangunan MRT Jakarta yang berkelanjutan. Dia berharap proyek MRT dapat memberikan kemudahan dalam menyediakan infrastruktur transportasi publik, sehingga dapat mendukung pengembangan kota Jakarta yang berbasis pada sistem transportasi yang terintegrasi dan efisien. ANTARA