**Borneonews - Denpasar**, Sekretaris Daerah (Sekda) Bali, Dewa Made Indra, memberikan tanggapan mengenai kebingungan publik terkait penunjukan I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra, yang lebih dikenal sebagai Ari Askhara, sebagai penanggung jawab proyek kereta Bali Urban Subway. Ia menegaskan bahwa penilaian masyarakat berkenaan dengan pilihan tersebut adalah hal yang wajar, namun menurutnya, hal ini berkaitan dengan profesionalisme. Dewa Indra juga menjelaskan bahwa Ari Askhara memiliki latar belakang yang kuat, termasuk pengalaman dalam memimpin perusahaan di sektor perbankan dan maskapai penerbangan nasional.
Ari Askhara, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia, sempat terlibat dalam kasus penyelundupan barang bermerek, termasuk sepeda motor *Harley-Davidson* dan sepeda lipat *Brompton*. Dewa Indra menekankan bahwa keputusan untuk melibatkan Ari dalam proyek ini bukanlah semata-mata berdasarkan personalitasnya, melainkan karena perusahaan yang saat ini dipimpin oleh Ari, yaitu PT Sarana Bali Dwipa Jaya (SBDJ), yang ada di belakang penunjukan tersebut.
Lebih lanjut, Dewa Indra menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali memiliki Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bernama PT Jamkrida Bali Mandara. BUMD ini memiliki anak perusahaan yang berfungsi sebagai pengembang, yaitu Bali Development Fund (BDF), yang kemudian melahirkan PT SBDJ. Ia mengonfirmasi bahwa meskipun PT SBDJ adalah perusahaan yang baru dan belum memiliki pengalaman dalam menangani proyek serupa, kinerja perusahaan tersebut dalam hal yang telah dilakukan selama ini menjadi pertimbangan yang penting.
Ari Askhara, yang kini bertanggung jawab terhadap proyek ambisius Bali Urban Subway, sedang berupaya memulai pembangunan infrastruktur transportasi bawah tanah ini. Pemerintah memberikan kepercayaan kepada perusahaan ini karena dianggap mampu menarik investor yang bersedia memberikan pendanaan penuh, mencapai 100 persen, untuk pengembangan transportasi kereta bawah tanah ini.
Dewa Indra menambahkan, pencapaian Ari dalam mengorganisir dan mempromosikan proyek serta menarik investor menjadi indikator kemampuannya dalam menyelesaikan rencana bisnis yang telah disusun. Dia menunjukkan keyakinan bahwa meskipun ada masa lalu yang kontroversial, aspek profesionalitas yang ada saat ini lebih diperhatikan dibandingkan dengan riwayat hukum sebelumnya.
Sekda Bali juga memastikan bahwa meskipun demikian, kinerja PT SBDJ akan tetap berada di bawah pengawasan ketat. Pemerintah Provinsi Bali juga berkolaborasi dengan pengawasan dari pihak profesional guna memastikan bahwa jalannya proyek pembangunan ini sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
ANTARA
Ari Askhara Pimpin Proyek Kereta Bali Urban Subway, Ini Alasannya
Bagikan:

DENPASAR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Alwi akan Evaluasi Performa Setelah Terhenti French Open
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Komentar (0)
Memuat komentar…







