DENPASAR –
**Borneonews - Banda Aceh**, Pelatih tim dayung Bali, Agi Ginanjar, menyampaikan bahwa saat ini mereka memerlukan upaya penjaringan untuk regenerasi atlet dalam cabang olahraga dayung, khususnya untuk kategori *Stand Up Paddle* (SUP). Agi menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia yang lebih baik di bidang ini. "Kami mengalami kesulitan dalam mencari bakat yang baru. Semoga di masa depan, kami dapat menemukan atlet yang berkualitas," ujarnya saat berlangsungnya Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Aceh dan Sumatera Utara, yang digelar di Banda Aceh pada hari Rabu. Dia menunjukkan bahwa Bali hanya berhasil meloloskan satu atlet dayung SUP putra ke dalam seleksi PON XXI, yaitu Lukas Gallu Beko. Meskipun Bali memiliki keunggulan sebagai provinsi yang dikelilingi oleh pesisir, Agi berpendapat bahwa hal ini seharusnya dapat mendorong kemunculan lebih banyak atlet dayung, khususnya dalam kategori SUP. Lebih lanjut, keberadaan banyak pantai di Bali juga memberikan kemudahan bagi para atlet untuk berlatih secara rutin. Oleh karena itu, ia berharap bahwa proses pembinaan dan penjaringan atlet dapat dilakukan melalui institusi pendidikan seperti universitas dan sekolah-sekolah. "Target kami adalah menjangkau melalui kegiatan ekstrakurikuler atau unit kegiatan mahasiswa di kampus. Semoga ada mahasiswa yang tertarik untuk bergabung," tambahnya. Agi menjelaskan bahwa pertandingan SUP ini berakar dari olahraga rekreasi air yang mirip dengan *selancar*. "Olahraga ini dimulai dari sesuatu yang rekreatif dan akhirnya menjadi terkenal di seluruh dunia. Ini adalah kesempatan pertama kami," tuturnya. Sebelumnya, Lukas Gallu Beko, sebagai atlet dayung SUP Bali, memiliki peluang untuk meraih medali pada perhelatan olahraga terbesar yang diadakan setiap empat tahun tersebut. Namun, dia harus menerima hasil yang kurang memuaskan dengan menempati posisi keempat pada final lomba dayung SUP putra jarak 1.000 meter, bersaing ketat dengan atlet dari Papua Barat, Jakarta, dan Jawa Timur. Hingga hari Rabu, per tanggal 11 September, pukul 11.00 WIB, kontingen Bali telah berhasil mengumpulkan total 16 medali, yang terdiri dari empat medali emas, tiga medali perak, dan sembilan medali perunggu. Dua medali emas diperoleh dari cabang olahraga balap sepeda putri, sementara dua medali emas lainnya diraih dari pertandingan kriket untuk putra dan putri. Dengan hasil tersebut, Bali kini menempati peringkat kesembilan dari total 37 kontingen yang berpartisipasi dalam PON XXI. ANTARA