JAKARTA –
**Borneonews - Banda Aceh**, Siswa asal SMA Albanna yang berlokasi di Denpasar, Bali, Gusti Fazli Kertinegoro, telah berhasil mengamankan tempat di final nomor panahan recurve putra dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 yang berlangsung di Aceh dan Sumatera Utara. Pertandingan ini diadakan di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, pada hari Rabu. Gusti, yang kini berusia 17 tahun, menunjukkan performa yang mengesankan. Ia berhasil lolos dari kualifikasi pada hari Selasa (10/9) sebelum kemudian melanjutkan kiprahnya dengan mengalahkan atlet asal Sumatera Utara, Adrian Ananda, pada babak 1/16. Keberhasilannya tidak berhenti di situ; ia juga menyingkirkan Arya Dwiputra Umarella dari Jambi pada babak 1/8 dan melanjutkan perjalanan dengan menaklukkan Azhar Azaqi dari Banten pada babak 1/4. Gusti memastikan tempatnya di final setelah mengalahkan Hendra Purnama dari DI Yogyakarta dalam babak semifinal. Meskipun Gusti merasa cukup grogi, terutama pada sesi ketiga dan keempat di babak semifinal—di mana ia kehilangan empat poin—ia berhasil mengejar ketertinggalan dan tampil dominan pada sesi kelima. "Saya sempat grogi karena terpaut empat poin di dua sesi sebelumnya. Namun, pada sesi akhir saya bisa unggul kembali," jelas Gusti saat diwawancarai oleh wartawan usai pertandingan. Pada babak final yang dijadwalkan berlangsung pada hari Sabtu (14/9), Gusti akan berhadapan dengan atlet dari Jawa Barat, Ahmad Khoirul Baasith. Ahmad sendiri telah menunjukkan performa menjanjikan dengan berhasil mengalahkan Dicky Herfiansyah Lubis dari Sumatera Utara pada babak 1/16 dan Yuki Widianto dari DKI Jakarta pada babak 1/8. Ia kemudian melaju ke final setelah menyingkirkan Bagus Gede Agus dari Bali di babak 1/4 dan Alvin Vionda Setyo dari Kalimantan Timur di semifinal. Cabang olahraga panahan pada PON XXI ini akan memperebutkan total 19 medali emas. Pertandingan ini mencakup delapan nomor perorangan dan 11 nomor beregu, yang dilaksanakan dari tanggal 10 hingga 19 September 2024. Semangat dan prestasi Gusti serta rekan-rekannya menjadi sumber kebanggaan bagi masing-masing provinsi, dalam usaha untuk meraih medali emas di ajang bergengsi tersebut. ANTARA