**Borneonews - Medan**, Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI, yang berlangsung di dua provinsi paling utara Pulau Sumatera, yaitu Aceh dan Sumatera Utara, membawa kesempatan istimewa untuk menikmati kuliner khas dari kedua daerah tersebut. Salah satu delicacies yang wajib dicoba adalah martabak piring yang terkenal dari Medan.
Martabak sendiri merupakan salah satu jenis kudapan yang sangat umum ditemui di berbagai wilayah Indonesia. Namun, martabak piring Medan menawarkan pengalaman yang berbeda. Keunikannya terletak pada cara penyajian dan proses pembuatannya, yang menjadikan camilan ini lekat dengan budaya kuliner malam Kota Medan.
Bahan baku martabak piring tidak jauh berbeda dari martabak pada umumnya, terdiri dari adonan dasar, olesan mentega, gula, serta beberapa pilihan taburan seperti cokelat, keju, dan kacang. Akan tetapi, karakteristik khas martabak piring terletak pada metode produksinya. Adonan dituangkan dalam piring kaleng yang dipanaskan di atas bara api, menjadikan cita rasa martabak ini sangat unik.
Setelah adonan dituangkan, para pembuat martabak akan meratakan adonan tersebut hingga menutupi permukaan piring, terutama jika pembeli memilih varian yang lebih tipis. Di sisi lain, jika varian yang dipilih adalah martabak tebal, adonan dibiarkan mengembang tanpa diratakan, menciptakan tekstur yang lebih gempal dan kenyal.
Ada dua pilihan martabak piring yang dapat dipilih, yaitu martabak tipis dan martabak tebal. Untuk martabak tipis, *topping* akan ditambahkan selama proses memasak, sedangkan untuk martabak tebal, *topping* ditaburkan setelah martabak diangkat dari piring, setelah dibalur mentega.
Mengunjungi Medan, yang dikenal dengan warung duriannya, memberikan pilihan tambahan yang cukup menggoda. Salah satu varian yang sangat diminati adalah martabak durian, yang tersedia di Martabak Piring Murni. Gerai ini telah dikenal luas di kawasan Medan dan memiliki beberapa cabang, mulai dari Jalan Tjong Yong Hian, Jalan Brigjen Katamso, Jalan Setia Budi, Jalan Zainul Arifin, hingga Jalan Gatot Subroto dan Komplek Asia Mega Mas.
Harga satu porsi martabak piring pun sangat terjangkau, tidak lebih dari Rp10 ribu. Untuk varian tipis tanpa *topping*, harga terendah adalah Rp5 ribu. Sedangkan untuk martabak piring tebal dengan *topping* durian serta campuran cokelat dan keju, harga tertingginya mencapai Rp10 ribu. Varian lainnya berkisar antara Rp6 ribu hingga Rp9 ribu.
Martabak Piring Murni buka setiap hari dari pukul 17.30 WIB hingga 23.00 WIB. Ini menjadikannya pilihan camilan yang sempurna setelah seharian beraktivitas, terutama di tengah acara PON XXI Aceh-Sumatera Utara.
ANTARA
Nikmati Martabak Piring Khas Medan Selama PON XXI Aceh-Sumut
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Polres Bartim Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan Lewat Green Policing di Pasar
Fredy Setiawan Raih Perak Para Bulu Tangkis, Akui Kurang Puas
Kholidin/Noviera Melaju ke Final para Panahan Asian Para Games 2026
Gempa Tibet Tewaskan 16 Orang, 54 Lainnya Terluka
DPRD Kotim Dorong Anggaran Rp3,3 M untuk Laboratorium Lingkungan demi Optimalkan PAD
Leli/Osrita Raih Perunggu para Tenis Meja Ganda Putri WD10
Komentar (0)
Memuat komentar…







