JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa perhatian utamanya adalah memastikan transisi kebijakan sosial yang lancar menjelang kepresidenan Prabowo Subianto yang dijadwalkan dimulai bulan Oktober mendatang. Pernyataan ini disampaikan setelah pelantikannya sebagai menteri kabinet pada hari Rabu. Yusuf berkomitmen untuk melanjutkan kebijakan terdahulu serta menyelesaikan program-program yang belum terselesaikan dari pendahulunya, Tri Rismaharini. Meskipun waktu yang dimilikinya untuk menjalankan tugas tersebut sangat terbatas, Yusuf menyadari pentingnya memperkuat proses transisi yang diutarakan oleh Presiden Joko Widodo, untuk memastikan keberlanjutan kebijakan sosial saat pemerintahan baru nanti. "Kami bertekad untuk membantu, meskipun kami memiliki batasan waktu, sesuai dengan instruksi presiden. Kami pun mempertimbangkan proses transisi pemerintahan, terutama mengenai tindakan yang akan dilakukan oleh kementerian sosial menuju tahun 2025," kata Yusuf. Selanjutnya, Yusuf menyatakan bahwa langkah pertama yang akan dia ambil adalah melakukan konsultasi dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, untuk membahas perluasan bantuan sosial kepada warga masyarakat kelas menengah. Ini merupakan langkah awal yang krusial dalam upaya kementeriannya untuk melayani masyarakat. Yusuf memperkirakan bahwa dalam waktu dua hari dia dapat menyusun dan memfinalisasi program-program yang akan dilaksanakan kementeriannya hingga kepemimpinan baru dimulai. Pada pagi hari Rabu itu, Presiden resmi mengangkat Saifullah Yusuf sebagai Menteri Sosial dalam Kabinet Indonesia Maju, menggantikan Tri Rismaharini yang mundur untuk mencalonkan diri dalam pemilihan kepala daerah 2024. Sebagai informatif tambahan, Yusuf yang akrab dipanggil Gus Ipul sebelumnya menjabat sebagai Wali Kota Pasuruan di Jawa Timur dari tahun 2021 hingga dilantik sebagai menteri. Dia juga pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur dari tahun 2009 hingga 2019. Yusuf adalah anggota Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan terlibat aktif dalam salah satu organisasi Muslim terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU), dimananya pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal. ANTARA