JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pemerintah Jepang baru-baru ini meluncurkan program pinjaman sebesar 140 miliar yen untuk mendukung pembangunan proyek Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta. Proyek ini berada di Lintas Timur-Barat Fase 1 Tahap 1 yang dirancang untuk menghubungkan Medansatria dan Tomang dengan panjang total 24,5 kilometer. Pernyataan mengenai bantuan pinjaman tersebut disampaikan oleh Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masaki Yasushi, dalam sebuah acara pencanangan yang diadakan di Stasiun MRT Thamrin, Jakarta Pusat, pada hari Rabu. Dalam pidatonya, Yasushi menjelaskan bahwa pinjaman itu diberikan dengan bunga yang rendah, mencerminkan komitmen Jepang untuk mendukung pengembangan infrastruktur di Indonesia. Duta Besar Yasushi mengungkapkan rasa terima kasih kepada Pemerintah Indonesia, khususnya kepada Presiden Joko Widodo, atas dedikasi dan usaha yang telah dilakukan untuk merealisasikan proyek MRT Jakarta. Ia menilai bahwa proyek ini merupakan simbol dari kemitraan yang kuat antara Indonesia dan Jepang selama masa pemerintahan Jokowi. Ia juga memiliki keyakinan bahwa pembangunan sistem MRT ini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap kemajuan Jakarta di masa mendatang. Yasushi menambahkan bahwa keberadaan MRT Jakarta yang terintegrasi dengan konsep berkelanjutan merupakan kebanggaan tersendiri, dan diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat Jakarta melalui sistem transportasi yang efisien. Sementara itu, proyek pembangunan fase 2a MRT Lintas Utara-Selatan, yang menghubungkan Bundaran HI ke Kota, saat ini masih dalam proses pengerjaan. Pemerintah Jakarta berkomitmen untuk memperluas jaringan MRT agar dapat lebih terintegrasi dan melayani masyarakat secara lebih optimal. Sejalan dengan itu, Pelaksana Jabatan (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, menekankan bahwa kolaborasi antara Pemerintah Indonesia dan Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA) telah menjadi fondasi penting dalam proyek ini. Penyelenggaraan MRT Koridor Timur-Barat Fase I melibatkan Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta PT MRT Jakarta (Perseroda). Proyek fase 1 tahap 1 diharapkan dapat mulai beroperasi pada tahun 2031. ANTARA