BANDAR LAMPUNG –
**Borneonews - Bandarlampung**, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung di Lampung menginformasikan bahwa sebanyak 42 unit pompa irigasi gantung kini telah berfungsi dan dimanfaatkan oleh masyarakat di Ipil Rawajitu. Penggunaan pompa ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air untuk lahan pertanian pada musim tanam kedua. Irigasi gantung ini memiliki panjang mencapai 93 kilometer dan dibentangkan di tiga desa yang terletak di sekitar Ipil Rawajitu. Desa-desa tersebut adalah Desa Bandar Anom dan Desa Bumi Ratu yang berada di Kecamatan Rawajitu Utara, serta Desa Wono Agung yang terletak di Kecamatan Rawajitu Selatan, Kabupaten Tulang Bawang. Kepala BBWS Mesuji Sekampung Lampung, Roy Panagom Pardede, mengungkapkan bahwa 42 unit pompa di irigasi gantung telah dimanfaatkan oleh masyarakat di wilayah tersebut. Dari total panjang irigasi yang tersedia, sekitar 50 persen dari jumlah tersebut sudah digunakan dalam kegiatan pertanian. Roy berharap dengan adanya irigasi ini, seluruh lahan pertanian dapat terairi dengan baik dan dapat menghasilkan komoditas pangan yang berkualitas tinggi pada musim tanam kedua ini. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemanfaatan irigasi gantung saat ini masih sangat terfokus pada dua desa, yakni Bandar Anom dan Bumi Ratu, di mana pemakaian air lebih aktif karena sumber air yang terbatas. Selain itu, BBWS juga terus berupaya untuk meningkatkan penggunaan irigasi di Desa Wono Agung. Langkah yang diambil untuk meningkatkan kesadaran dan pemanfaatan irigasi ini antara lain adalah dengan menyelenggarakan pertemuan yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya infrastruktur irigasi. Pertemuan ini akan melibatkan pengguna yang sudah memanfaatkan irigasi gantung untuk menjelaskan manfaatnya kepada warga yang belum menerapkannya. Dalam kondisi kemarau yang sedang berlangsung, kebutuhan akan sumber daya air menjadi sangat krusial bagi petani. Mereka pun memanfaatkan irigasi gantung ini untuk mencegah terjadinya gagal panen, terutama bagi mereka yang sudah mulai menanam padi dan memerlukan pasokan air yang memadai. Irigasi gantung ini merupakan salah satu inovasi infrastruktur yang dikembangkan di Provinsi Lampung. Diresmikan pada tahun 2020, pembangunan irigasi ini memakan waktu sekitar tiga tahun dengan total anggaran mencapai Rp97,8 miliar. Konsekuensinya, irigasi ini memiliki potensi untuk mengairi lahan pertanian seluas 3.100 hektare, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan daerah. ANTARA