JAKARTA –
**Borneonews - Padang Pariaman**, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) berkomitmen untuk memberikan pendampingan kepada keluarga korban pembunuhan di Padang Pariaman, Sumatera Barat. Pendampingan ini mencakup aspek hukum dan dukungan psikologis yang bersifat rehabilitatif. Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan KemenPPPA, Ratna Susianawati, menyatakan bahwa selain mendampingi proses hukum, pihaknya akan memastikan keluarga korban mendapatkan bantuan yang diperlukan. Dalam konfirmasinya di Jakarta, Ratna menekankan pentingnya dukungan intensif dalam situasi seperti ini. KemenPPPA memberikan apresiasi atas tindakan cepat yang diambil oleh kepolisian. Pihak kepolisian telah berupaya melakukan pencarian korban dengan intensif dan melaksanakan pemeriksaan menyeluruh atas kasus tersebut. Pada kesempatan ini, Bupati Padang Pariaman, bersama dengan instansi terkait seperti Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta pemerintah kecamatan dan nagari (desa), telah memberikan bantuan sosial kepada keluarga korban. Tindakan ini mencerminkan kepedulian dan solidaritas komunitas lokal terhadap kasus yang sangat memilukan ini. Ratna Susianawati juga mengingatkan perlunya kewaspadaan terkait maraknya kasus kekerasan seksual, yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami peningkatan. Ia menegaskan bahwa langkah-langkah cepat dan strategis harus diambil untuk mencegah terjadinya kasus serupa di masa mendatang. Salah satu solusi yang disampaikan adalah dengan memperkuat edukasi seksual sejak usia dini dan meningkatkan pemahaman hukum di kalangan masyarakat. Selain itu, penyediaan layanan dukungan psikologis dan perlindungan yang lebih baik bagi korban juga menjadi hal yang sangat penting. Ratna juga menggarisbawahi perlunya pengawasan yang lebih ketat serta penerapan sanksi hukum yang tegas bagi pelaku kekerasan ini. Hal ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih aman dan inklusif. Sebelumnya, terungkap bahwa jenazah seorang perempuan berinisial NKS (18) ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa dan terkubur tanpa busana di Padang Pariaman. Jenazah tersebut ditemukan berjarak sekitar 1,5 kilometer dari kediaman korban. Polres Padang Pariaman masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kejadian ini. Diduga, korban yang sehari-hari berjualan gorengan tersebut mengalami kekerasan seksual sebelum akhirnya kehilangan nyawanya di tangan pelaku. ANTARA