**Borneonews - Jakarta**, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap regulasi dan perizinan yang ada, dengan tujuan untuk meningkatkan investasi di sektor hulu minyak dan gas (migas).
Dalam pernyataannya, Bahlil menekankan bahwa regulasi perizinan yang berlaku saat ini terlihat cukup rumit, sehingga diperlukan langkah-langkah konkret untuk mendorong aliran investasi ke dalam sektor ini. "Kami sedang menyusun langkah-langkah yang komprehensif dan terukur, terutama terkait dengan regulasi perizinan," ujarnya di Jakarta baru-baru ini.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa saat ini terdapat lebih dari 300 jenis izin yang harus diurus, dan pemerintah berencana untuk memangkas jumlah perizinan tersebut guna menyederhanakan prosesnya. "Kami akan memotong jumlah perizinan yang terlalu banyak ini," tuturnya.
Sebagai bagian dari upaya menarik minat investor, pemerintah juga akan menawarkan berbagai insentif atau *sweetener* yang dapat menarik investor untuk berinvestasi di Indonesia. Bahlil menekankan bahwa di tengah persaingan global, banyak negara yang tengah berupaya untuk menarik investasi asing di sektor hulu migas.
"Kita akan menyusun *sweetener-sweetener* yang menarik untuk ditawarkan kepada para investor, karena saat ini hampir semua negara di dunia sedang berlomba mencari *foreign direct investment* (FDI) di sektor hulu migas," jelasnya.
Sebelumnya, Kementerian ESDM juga menyatakan bahwa kontrak bagi hasil dengan skema *gross split* baru, atau *new GS*, telah disiapkan untuk menjadikan investasi di hulu migas Indonesia semakin menarik.
Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Kementerian ESDM, Ariana Soemanto, menjelaskan bahwa pemerintah terus berusaha untuk menciptakan kebijakan yang dapat meningkatkan iklim investasi di sektor ini. Menurutnya, kontrak *new GS* menyederhanakan komponen bagi hasil bagi kontraktor, dari yang awalnya mencakup 13 komponen menjadi hanya lima komponen. Hal ini diharapkan akan membuat kerjasama menjadi lebih implementatif, sederhana, dan meningkatkan daya tarik bagi para kontraktor.
ANTARA
Evaluasi Perizinan dan Insentif untuk Tingkatkan Investasi Hulu Migas
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
2 Rumah Dilalap Api saat Warga Terlelap di Sampit
Bhayangkara FC Jaga Laju Tak Terkalahkan Usai Imbang 0-0 Lawan PSM
Sesosok Jasad Ditemukan di Bawah Bangunan Lapangan Padel Banjarmasin
Kodim Murung Raya Diresmikan, Pangdam Tekankan Stabilitas Wilayah
Kopassus: Letda Jihad Meninggal Akibat Pistol Meledak
RI Kaji Penanganan WN Afghanistan Korban TPPO
Komentar (0)
Memuat komentar…







